Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pendeteksi Merkuri

Infokampus.news – Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya penjualan berbagai produk makanan, obat, serta kosmetik bermerkuri yang membahayakan kesehatan, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan alat pendeteksi merkuri yang diberi nama Mercury Auto Detection System (MADS).

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknik, yaitu Andy Aulia Prahardika, Al Birru Kausal, Luthfia Adila, I Made Wiryawan, dan Tirta Inovan.

“Sebenarnya sudah ada alat pendeteksi merkuri pada makanan maupun obat yakni Sepktrofotometer serapan atom (AAS), tetapi memiliki dimensi besar sehingga tidak bisa digunakan untuk pengujian di lapangan,” kata Andy Aulia seperti disitat dari laman UGM, Kamis (27/10/2016).

Selain itu, alat tersebut harganya mahal sekira USD15.000 atau Rp200 juta. Melihat kondisi itu, Andy dan kawan-kawan mencoba mengembangkan alat deteksi merkuri yang bersifat portabel dengan dimensi yang lebih kecil dari alat yang sudah ada.

Dengan begitu, dapat digunakan dalam proses pengujian bahan makanan saat sidak dengan hasil yang bisa langsung diketahui saat itu juga. Tidak hanya itu, alat ini juga diproduksi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan alat di pasaran yaitu berkisar Rp1 juta.

Prinsip kerja alat ini hampir sama dengan spektofotometer. Larutan yang dijadikan objek pengujian ditembakkan oleh sinar monokromatik yang akan diserap oleh detektor warna. Selanjutnya, warna yang diperoleh akan dideteksi dengan kriteria zat-zat yang ada.

“Nantinya MADS tidak hanya bisa mendeteksi merkuri, tetapi juga bisa mendeteksi zat lain,” jelasnya.

Baca Juga:

MADS lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2015 dan mendapatkan dana hibah penelitian dari Dirjen Dikti pada tahun 2016. Hingga saat ini, MADS telah mengalami dua kali pengembangan dan kini tengah menjalani proses pengembangan ketiga.

Usaha Andy dan kawan-kawannya pun tak sia-sia. Karya mereka berhasil menang dalam International Invention Innovation Competition Canada (ICAN) 2016 yang berlangsung di Toronto, Kanada pada 27 Agustus 2016. Mereka berhasil mendapatkan medali emas usai menyisihkan lebih dari 150 tim lain dari 30 negara di dunia. (FAM)

 

Sumber: UGM

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa UGM Temukan Manfaat Pare Atasi Jentik DBD

Mahasiswa UGM Yogyakarta berhasil menemukan efektifitas buah dan manfaat pare dalam membunuh jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD).

Close