Mahasiswa UMM, Berhasil Sulap Limbah Tahu Menjadi Pupuk Organik

Infokampus.news – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu Nasihul Mukmi dan Sarabila Karima yang berasal dari Program Studi (Prodi) Agribisnis dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan, berhasil sulap limbah tahu menjadi pupuk organik.

Inovasi ini diberi nama Vegedrilla, inovasi kali ini dapat mendukung kebutuhan manusia sesuai dengan kondisi terkini. Nah, kali ini mereka  memanfaatkan limbah tahu sebagai pupuk organik bagi tanaman microgreen, hydrilla dan juga hidrogel.

Nasihul mengatakan bahwa ide inovasi yang mereka buat berawal dari keresahan akan fenomena alih fungsi lahan yang mengakibatkan terbatasnya ruang untuk menanam tanaman. “kami juga mendapatkan data bahwa konsumsi sayuran mengalami peningkatan. Oleh karena itu kami berfikir bagaimana caranya bisa menciptakan inovasi yang sesuai dengan kedua kondisi tersebut.” Urainya.

Nasihul menambahkan, hasil dari pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik dirasa cocok dan terbukti mampu meningkatkan nilai nutrisi tanaman yang menggunakan pupuk tersebut. “Microgreen yang merupakan salah satu jenis tanaman konsumsi bisa memiliki nutrisi yang lebih tinggi bila menggunakan pupuk organik dalam limbah tahu ini”.

Terobosan ini berhasil terpilih sebagai juara 1 dalam ajang Agrifasco 2018 yang diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Januari lalu. Tim UMM berhasil menajdi juara setelah mengalahkan berbagai inovasi lain dari seluruh universitas di Indonesia yang berpasrtisipasi dalam ajang tersebut.

“dari 10 Finalis yang presentasi alhamdulillah akhirnya UMM keluar sebagai juara disusul Universitas Tanjung Pura dan Universitas Gajah Mada ditempat ketiga,” Ungkap Nasihul bangga.

Peraihan ini tentu menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Dosen pendamping tim LKTI ini, Erfan Dani Septia, SP,MP, mengakui bahwa capaian mahasiswanya ini merupakan hasil yang luar biasa. Meskipun juara bukanlah terget utama, namun hasil ini menjadi bonus usaha yang selama ini dilakukan.

“Saya selalu menekankan pada mahasiswa bahwa yang terpenting adalah kita bisa berproses dengan baik. Soal bagaiamana hasilnya nanti itu sekedar bonus saja.” Tuturnya.

Erfan menambahkan bahwa karya mahasiswanya ini dianggap sebagai salah satu bentuk inovasi tepat guna oleh juri. Faktor tersebut yang akhirnya menjadi nilai plus pada saat sesi penilaian. (Jul) 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
ikan bandeng tanpa duri mahasiswa umm
Mahasiswa UMM berhasil Olah ikan Bandeng tanpa Duri Berbagai Rasa

Infokampus.news - Nurmalasari mahasiswa angkatan 2014 yang baru saja menyandang gelar Sarjana Perikanan dari Program Studi Budidaya Perairan (Perikanan) Fakultas Pertanian

Close