Mahasiswa Unikama Saling Adu Bussiness Plan, Ada Jam dari Tulang juga!

Infokampus.news, Malang – Total sebanyak 30 tim mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang (FEB Unikama) beradu dalam mengemukakan ide bisnis. Mulai yang paling unik hingga paling ajaib disuguhkan para mahasiswa.

Salah satunya adalah ide bisnis milik Sofia, Nurul dan Margareta dengan ide “Dream Watch” jam tangan yang berbahan dasar tulang. Ketiganya memiliki ide bisnis yang cukup ajaib, karena ingin memanfaatkan peluang lain dari limbah tulang paha sapi di rumah pemotongan hewan.

“Karena tulang sapi ini cukup keras dan kuat, cocok untuk jam,” terang Sofia saat mempresentasikan idenya.

Tak hanya unik dari sisi bahannya saja, namun mereka juga akan memberikan sentuhan batik untuk desain jam tersebut. Mereka ingin agar kesan seni dan budaya berbaur dalam sebuah kemewahan jam tangan berbahan dasar tulang.

“Memang agak mahal, kami banderol dengan harga 700 hingga 1 juta karena pengerjaannya yang sangat rumit,” tukas nurul.

Salah satu juri turut memberikan komentar pada tiga orang mahasiswi ini untuk lebih mempertimbangkan pasar dari jam ini nantinya. Juri lain juga menambahkan untuk memberikan ornamen akan lebih mudah dengan diukir bukan di cat, karena tekstur tulang sendiri sangat licin namun keras.
Andi Nu Graha, S.E., M.Si., kaprodi Manajemen FEB Unikama mengungkapkan, hal inilah yang diharapkan dari kompetisi ini. Para mahasiswa mendapat banyak masukan dari pakar untuk mengembangkan ide bisnis bahkan usaha yang sudah mereka geluti saat ini.

“Banyak juga dari acara ini yang terus mengembangkan ide mereka menjadi sumber penghasilan, ada juga beberapa alumni yang merintis dari sini,” tandasnya. (Pus)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
cek hasil UTBK jenis soal UTBK
Cek Hasil UTBK 20 April di Laman Resmi LTMPT. Berikut Ini Linknya

Infokampus.news - Hasil UTBK untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 gelombang I sesi 20 April kemarin sudah

Close