Mahasiswa UNS Belajar Diplomasi dan Politik lewat Wayang

Infokampus.news – Pertunjukan wayang kulit menjadi salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Namun, di tangan Guru Besar FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Andrik Purwasito wayang bisa menjadi sebuah metode pembelajaran, bahkan untuk diplomasi dan politik.

Andrik menjelaskan, wayang edutainment terinspirasi dari metode dakwah Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga. Bedanya, pertunjukkan wayang dikemas menjadi pertunjukan interaktif yang memberi kesempatan penonton untuk bertanya di tengah-tengah pertunjukan.

Baca Juga:

“Tak hanya itu, pertunjukkan juga ditambah dengan ulasan materi dari pakar,” ucapnya dinukil dari laman UNS, Senin (17/20/2016).

Dalam pertunjukan wayang edutainment, Andrik sendiri memainkan lakon Bale Sigala-gala, yang bercerita tentang usaha Kurawa memperdaya Pandawa dengan tipu muslihat Istana Kayu. Penonton didominasi oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional.

Pada 2013, ujar dia, untuk kali pertama wayang edutainment digelar di Padepokan Mayangkara untuk mengajar mata kuliah Geografi Politik. Kemudian pertunjukan kedua diselenggarakan pada saat kuliah perdana mahasiswa baru tahun 2014.

“Wayang edutainment disajikan untuk mengajarkan politik dan diplomasi yang merupakan materi di beberapa mata kuliah hubungan internasional, seperti pengantar ilmu politik, teori diplomasi, teknik negosiasi dan lobi, serta pratik diplomasi,” terangnya.

Guna menyesuaikan dengan tujuan pementasan, materi kuliah, serta melihat latar belakang penonton, wayang disuguhkan dengan multi bahasa, seperti bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahkan Prancis. Selain di Indonesia, Kepala Prodi HI FISIP UNS ini juga pernah membawakan wayang edutainment di berbagai negara, di antaranya Bulgaria, Moldova, Rusia, Rumania, dan Jepang.

“Penggunaan bahasa nasional dan bahasa asing merupakan bagian dari kreativitas edutainment, belajar sambil menghibur,” tandasnya. (FAM)

 

Sumber: UNS

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Semnas IYAC : Pelayanan Publik Butuh Kreativitas dan Inovasi Administrator Muda

Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik (HUMANISTIK UB), membuka rangkaian acara Indonesian Youth Administrator Competition (IYAC) dengan menggelar Seminar Nasional, hari...

Close