Mahasiswa Unsoed Teliti Ekstrak Metanol Buah Takokak Untuk Lawan Kanker Serviks

Infokampus.news, Nasional– Mahasiswa Unsoed ini ungkap sedang meneliti ekstrak metanol pada buah takokak untuk melawan kanker serviks.

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit mematikan ini masih menjadi ancaman bagi siapa saja. Hal ini terjadi tak hanya di dunia tetapi juga di Indonesia. Maka, tak heran jika kanker masih menjadi penyumbang kematian terbesar akibat penyakit baik di negara maju maupun berkembang. 

Adapun salah satu penyakit kanker yang mematikan itu ialah kanker serviks. Bahkan di Indonesia, kanker serviks menduduki peringkat ke-2 penyebab kematian akibat kanker.

Tentu karena risiko yang tinggi, maka perlu pengobatan sejak dini. Harapannya masyarakat bisa terhindar dari kanker serviks.

Buah Takokak Hambat PARP

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui inhibitor PARP untuk mengobati kanker ovarium. 

Jika PARP di blokir, maka sel kanker tidak dapat memperbaiki DNA-nya, sehingga tidak dapat berkembangbiak. Sedangkan pada sel-sel sehat, sebagian besar tidak terpengaruh oleh obat-obatan ini karena sel sehat memiliki mekanisme perbaikan cadangan yang berfungsi dengan baik. 

Baca Juga :  Resmi Diubah! UTBK 2023 Tanpa Tes Mata Pelajaran, Simak Alasannya

Terkait hal itu, tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan penelitian. Tim yang terdiri dari Fella Syahara Kristianingrum, Rizqi Arif Maulidah, dan Rizqi Agus Santosa coba mengungkap potensi ekstrak metanol buah takokak sebagai penghambat PARP.

Para mahasiswa Unsoed di bawah bimbingan Sarmoko, PhD., ini mengangkat topik “Potensi Buah Takokak sebagai PARP Inhibitor pada Kanker Serviks: Studi In Vitro dan In Silico”.

Menurut Fella, pihaknya memilih untuk meneliti potensi buah takokak berdasarkan dari studi literatur. Selain itu juga dengan latar belakang buah takokak merupakan tanaman liar yang tumbuh subur di seluruh wilayah Indonesia. 

“Namun, buah takokak ini masih jarang dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Fella Melansir dari Kompas.com yang dikutip dari laman Unsoed, Selasa (6/9/2022), 

Adapun tim Unsoed tersebut telah selesai melakukan uji in silico atau uji interaksi senyawa dengan protein PARP secara komputer. Selain itu juga mengujinya secara in vitro atau menguji ekstrak pada sel kanker ovarium yang dikultur.

Baca Juga :  Intip Para Pemenang Kompetisi Menulis Artikel Digitalisasi Kampus menuju World Class University

Sedangkan hasilnya terbukti bahwa bahan alam ini memiliki potensi sebagai antikanker. 

“Kedepannya, diharapkan penelitian kami dapat menjadi landasan penelitian selanjutnya untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya,” jelas Fella. (mewisnta/Adn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.