Penasaran dengan Jurusan Kehutanan? Yuk Simak Ceritanya Langsung dari Mahasiswi Kehutanan UMM Ini!

Infokampus.news, MalangUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan salah satu perguruan tinggi di Malang yang menawarkan bidang-bidang ilmu yang bervariasi. Mulai dari keagamaan, ilmu bahasa, alam, hingga kajian ilmu sosial. Salah satunya adalah jurusan Kehutanan. Bicara seputar Kehutanan UMM, sebenarnya apa yang membuatnya menarik?

“Kuliah di kehutanan itu seru!” seru Julia Muvita Sari, mahasiswi Kehutanan UMM.

Menurutnya, banyak hal yang dapat dipelajari di kehutanan. Hal yang wajib diketahui oleh mahasiswa kehutanan adalah pengetahuan tentang tanaman dan tumbuhan, mulai dari bentuk daun hingga proses terjadinya hutan dipelajari. “Mulai dari bentuk daun sampai proses terjadinya hutan kita pelajari,” tukas dara yang akrab disapa Julia ini.

Selain itu, hal seru lain yang diperoleh mahasiswa kehutanan UMM adalah rutin mengadakan field trip setiap semesternya sehingga tidak membosankan. Bagi Intan, ini adalah upaya untuk menyatukan mahasiswa dengan alam.

“Kuliahnya juga nggak di ruangan terus, setiap semester pasti ada kegiatan field trip (praktikum lapang) jadi kita langsung terjun ke hutan dan lebih mengetahui bagaimana keadaan hutan baik hutan produksi maupun hutan alam, di sana kita banyak tau bagaimana nikmatnya menyatu dengan alam,” pungkas Julia bangga.

Hal tersebut diamini oleh Intan Farolisa, mahasiswi Kehutanan UMM asal Bali. Baginya jurusan kehutanan turut memengaruhi bidang ilmu lain seperti halnya ekonomi.

“Jurusan kehutanan itu sendiri ilmu yang paling dasar dari semua jurusan. Kalau jurusan ekonomi nggak ada jurusan kehutanan? Gimana dia akan memproduksi jual belikan produk bahan kayu? Begitu lainnya,” tukas Intan, panggilan akrabnya.

Kehutanan UMM Lestarikan Hutan dengan Kedepankan Semangat Korsa

Hal yang ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa kehutanan UMM adalah rasa kekeluargaan dan semangat korsa antara mahasiswa. Menurut Julia, semangat itu yang membuatnya betah kuliah di kehutanan.

“Yang bikin betah di kehutanan itu jiwa korsanya yaitu saling menghargai, menghormati, saling merasakan kebahagiaan dan penderitaan serta gotong royong dalan urusan apapun dan juga anak kehutanan itu terkenal dengan jiwa kekeluargaannya yang sangat erat sekali,” tutur mahasiswi asal Banyuwangi ini.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Intan. Awalnya, Intan merasa sedikit takut kuliah di kehutanan karena ia mendapati banyak rekan sejurusannya berasal dari daerah Timur Indonesia yang seringkali diidentikkan dengan sifat keras.

“Namun ternyata justru sebaliknya, meskipun mayoritas kehutanan orang bagian tengah dan timur, kita bisa tetap jadi satu keluarga di sini,” tutur Intan mengisahkan.

Dengan cara itu pula mahasiswa kehutanan dididik untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab agar dapat mengimplementasikan pengetahuannya untuk melestarikan hutan. Dengan melakukan hal secara bersama dan kekeluargaan, maka akan terbentuk rasa kebersamaan dan membentuk rasa tanggung jawab yang besar.

Namun yang mengherankan adalah masih banyaknya anggapan remeh tentang kuliah kehutanan yang dianggap kurang berprospek. Hal tersebut yang menurut Julia amatlah salah. Hutan memegang peranan penting di bumi, yaitu sebagai paru-paru dunia. Tanpa hutan maka stabilitas bumi akan terganggu yang berdampak pada terancamnya peradaban manusia.

“Tanpa adanya hutan pasokan oksigen kita akan sangat terbatas, jadi hutan itu harus dijaga, dirawat, dan juga kita mahasiswa kehutanan sudah wajib yang namanya untuk melestarikan hutan untuk keberlangsungan umat manusia,” tukas Julia tanpa basa-basi.

Adapun bagi yang menganggap jurusan kehutanan kurang memiliki prospek, Julia hanya menganggap enteng. Menurutnya, banyak tokoh ternama yang juga alumni dari kehutanan. Seperti halnya adalah Presiden RI saat ini, Ir. Joko Widodo yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

“Bahkan presiden kita juga lulusan kehutanan, lho!” tutupnya bangga. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
musik klasik
Ternyata Musik Klasik Bisa Bikin Rasa Makanan Makin Greget Lho!

Musik klasik selain bisa menenangkan ternyata juga membuat rasa tertentu pada makanan semakin lebih menonjol. Hal ini diungkapkan

Close