Mahasiswi Lulusan Terbaik ITN Ini Lulus Dengan Inovasi Pencacah Rumput Ergonomis!

Infokampus.news, Malang – Lia Zahrotinni salah satu mahasiswi lulusan terbaik D3 Teknik Industri ITN dengan IPK 3,96 mengajukan Perancangan Mesin Pencacah Pakan Ternak yang Ergonomis untuk skripsinya. Produk mesin pencacah rumput miliknya ini berbasis mikrokontroler, sehingga pengguna bisa menyesuaikan kecepatan alat sesuai dengan kebutuhan.

“Bedanya jauh dengan alat yang ada di pasaran, karena alat yang sudah ada itu harganya 10-15 juta menghasilkan hanya 5kg per menitnya. Kalau punya saya ini 3,5 juta rupiah bisa menghasilkan hingga 32 kg per menit,” ujarnya pada tim infokampus.news.

Selain itu kenyamanan untuk pengguna alat ini juga sangat diutamakan oleh mahasiswi asal Tuban ini, tinggi alat tersebut sudah disesuikan dengan survey tinggi tubuh pekerja yang ia lakukan di daerah sekitar rumahnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Teknik Kimia ITB Sabet Juara di IChEC 2017
Survey Dilakukan Dengan Banyak Pihak

Bersama dengan referensi dari beberapa mahasiswa lain ia mencoba menemukan inovasi untuk menyelesaikan kasus yang ada di lapangan. Menurut survey dari rekannya, mahasiswa Peternakan Universitas Brawijaya, sekali makan sapi bisa menghabiskan sekitar 6 kg rumput.

Sedangkan hasil dari alat pencacah rumput di pasaran sangat kurang mencukupi kebutuhan rumput para peternak. Pemilik ternak besar pun akan kerepotan jika semisal dalam satu kandang terdapat lebih dari 100 ekor sapi.

“Sering sekali ternak itu karena kurang rumput diberi pakan dedak, padahal itu kurang baik untuk hewan ternak.” Tukasnya.

Maka dari itu ia langsung mencoba mencari cara agar hasil rumput para peternak bisa sesuai dengan kebutuhan, dengan bantuan salah satu rekannya yang berasal dari Tehnik Elektro, maka terciptalah alat yang sistem kendalinya merupakan gabungan dari sistem bensin dan remote kontrol ini. (Pus)

Baca Juga :  Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Raih Penghargaan Diajang Internasional

Berita Terkait

  • Hari ini Institut Teknologi Nasional (ITN) menggelar wisuda ke-57 yang digelar di kampus 2 ITN. Total sebanyak 491 orang hari ini telah resmi lulus dari kampus ini,
  • Sejumlah sketsa terpajang rapi di pelataran aula Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersamaan dengan digelarnya seminar nasional konservasi lingkungan dan kearifan lokal di aula kampus, Kamis, 27 Oktober 2016 lalu. Sketsa yang dipajang ini memiliki sudut obyek yang sama, namun dikemas dengan teknik penggambaran dan pewarnaan yang sama. Sebab pengambilan gambar dilakukan dalam waktu dan tempat yang bersamaan.
  • Kita sering mengeluhkan betapa susahnya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, terutama universitas-universitas top seperti UI, ITB, maupun UGM. Tapi, nampaknya kalian mesti bersyukur karena ujian masuk universitas di Tiongkok itu adalah ujian tersulit di dunia.

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UNIKAMA Akan Re-akreditasi 4 Prodi Lagi!

Visitasi yang dilakukan BAN-PT pusat untuk 4 program studi di Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) akan selesai pada hari ini

Close