Mahasiswi Politeknik Ini Ciptakan Es Krim Sawi untuk Konsumsi Anak-Anak!

Infokampus.news – Mahasiswi semester V jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), Davidy Ali Wafa, selalu mencoba menerapkan manfaat dari ilmu yang diperolehnya dan mendapatkan prestasi akan hal itu. Salah satu produk yang diciptakan mahasiswi politeknik itu adalah es krim sawi rendah lemak kaya nutrisi.

mahasiswi politeknik

Dilansir dari Kompas.com, ide itu berawal dari observasi Davidy bahwa pada sayur adalah salah satu sumber makanan yang menjadi momok anak-anak, sehingga asupan nutrisi dari sayur pun kurang terpenuhi. Sebaliknya, salah satu jenis makanan yang akrab dan disukai anak-anak adalah es krim.

Berbekal bahan dasar sayur sawi, Davidy berinovasi untuk membuat es krim yang sehat dengan citarasa yang pas untuk dikonsumsi anak-anak. Tak dinyana, Es Krim Pakcoy Scremi, merk yang diciptakan Davidy dan kelompoknya tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari anak-anak dan para remaja di Jember.

Davidy mengungkapkan, timnya sudah bekerja sama dengan salah satu SD di daerah Jember dan para petani sayur lokal untuk memproduksi es krim tersebut.

“Saat ini es krim tersedia dalam bentuk cup berukuran kecil dan sedang. Ke depannya, kami ingin mengembangkan ke cup yang lebih besar,” ujarnya.

Dengan proyek yang bisa dikatakan sukses itu, Davidy pun menjadi salah satu penerima hibah Kompetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Prestasi lain yang pernah ditorehkan Davidy terkait dengan kecintaannya pada bidang pertanian antara lain menjadi jawara gagasan tertulis berjudul “Farming Project: Solusi Meningkatkan Produktivitas Mahasiswa Jurusan Produk Pertanian Guna Mencetak Lulusan Agropreneur”.

Gagasan utama dari tulisannya adalah membentuk struktur organisasi yang menghubungkan mahasiswa, petani, dan komunitas di Jember dalam hubungan kewirausahaan dimulai dari pengembangan budidaya produk pertanian, packaging, hingga pemasaran secara mandiri dan menguntungkan.

Mahasiswi Politeknik Ini Bikin Pertanian Jadi Kekinian

Jika selama ini tercipta sebuah stereotip bahwa pertanian adalah salah satu bidang yang mulai ditinggalkan generasi muda, maka Davidy berhasil mematahkan persepsi itu.

Sebaliknya, keterampilan dan keberaniannya untuk melakukan inovasi sedemikian rupa menjadi inspirasi bagaimana praktik pertanian dapat diremajakan dan membangkitkan semangat generasi muda untuk menekuni profesi ini.

Davidy tumbuh besar di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, yang merupakan kawasan pertanian, sehingga tak heran ia memahami teknik-teknik pertanian sederhana di desanya.

Ingin mengembangkan ilmu pertaniannya, Davidy pun memilih untuk menempuh pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Jember. Ia mengambil jurusan Produksi Pertanian, dengan harapan bisa mengabdi dan mengembangkan potensi pertanian di daerahnya melalui praktik atas bekal-bekal yang ia simpan semasa kuliah. Dedikasinya pada dunia pertanian pun telah membawanya ke Negeri Tirai Bambu dalam suatu ajang pertukaran pelajar di Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College, jurusan Landscape Architecture and Horticulture.

“Tahun 2039 nanti, Saya bahkan bercita-cita menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia. Doakan saja suatu saat bisa terkabul,” ujarnya.

Amin. Semoga Davidy bisa menjadi menteri dan turut memajukan negeri kita ya. Sobat FoKus bisa juga lho jadi menteri asal tekun seperti mahasiswi politeknik yang satu ini. Yuk jangan lelah cari pengalaman! (him)

Sumber: http://edukasi.kompas.com/

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
peringkat unhas
Kampus Favorit Indonesia Timur, Ini Dia Peringkat Unhas Versi Ristekdikti

Infokampus.news - Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar menjadi salah satu dari 9 universitas terbaik versi kelembagaan Ristekdikti. Tahun ini, UNHAS berada

Close