Mahasiswi PWK UNS Unjuk Gigi dan Raih Prestasi di Ajang Urban Motion Vol 3.0

INFOKAMPUS.NEWSUniversitas Sebelas Maret (UNS) patut berbangga diri! kali ini giliran prodi Perencaan Wilayah dan Kota (PWK) FT UNS mempersembahkan prestasi bagi kampus tercinta dalam ajang Urban Motion Vol 3.0 ‘Resiliensi di Era Disrupsi’ Institut Teknologi Bandung.

Ajang ini digelar pada 17-18 Januari 2020 bertempat di Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan kebijakan (SAPPK) ITB, Difa mahasiswi UNIS terlebih dahulu mengirimkan esainya yang berjudul ‘inovasi kebijakan konsep low carbon city dengan studi kasus kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar’ dalam esai ia menjelaskan idenya untuk mengharapkan suatu kota yang berketahanan.

“Kebetulan untuk lomba kemarin secara individu dengan melampirkan esai mengenai subtema ecological control. dari sekian banyak peserta, diambil 60 peserta dengan esai terbaik untuk mengikuti motion summit di ITB” Ujar Difa dilansir melalui medcom.id.

Pada gelaran Urban Motion 3.0, Difa bersama timnya membedah akar permasalahan dan memberikan solusi mengenai tema yang diberikan. ” kami diminta untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. masalahnya berkaitan dengan subtemayaitu ecological control dengan grand topic ‘Pengurangan emisi karbon’ kami diminta untuk menyusun pohon masalah (Core Problem, Primary Issue dan Secondary Issue) setelah didapatkan masalahnya sampai ke akar.” Jelas Difa.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, 56 Perguruan Tinggi Adakan Kuliah Online

Bagi mahasiswa Prodi PWK FT UNS tersebut, konsep Low Carbon City perlu didukung dengan adanya langkah untuk mengurangi emisi dari transportasi umum, konsep green building, pengurangan penggunaan energi, penambahan ruang terbuka hijau (RTH), dan penggunaan energi terbarukan.

Namun, dalam implementasinya Difa justru menemui sejumlah permasalahan. Salah satu contohnya, Difa mengatakan, adanya pengalihfungsian lahan menjadi bangunan.

Padahal, sebuah kota/ kabupaten setidaknya harus memiliki RTH sebesar 30%. Oleh sebab itu, ia mengusulkan adanya kebijakan insentif dan disinsentif sebagai cara untuk menetapkan kewajiban dalam menerapkan konsep green building dalam membangun suatu bangunan.

“Kalau dari esai saya judulnya mengarah ke kebijakan, otomatis dengan ditetapkan adanya kebijakan insentif dan disinsentif atau kalau bisa peraturan dari pemerintah ini akan lebih bagus. Tentunya hal itu akan sangat membantu pengaplikasiannya. Sebagai contoh semisal pemberlakuan pajak yang lebih rendah bagi pabrik yang telah menggunakan konsep green industri dan menggunakan energi terbarukan dalam pengolahan produknya,” pungkasnya.

Difa Ayu Balqist yang tergabung bersama Aretha Dewi Amandanisa dari prodi PWK Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Nurhadiana dari Prodi pendidikan kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Najmuddin Haikal Fikri dari prodi teknik Geologi Universitas Padjajaran dan Sinta Aulia dari Prodi PWK Universitas Syiah Kuala berhasi meraih kategori Best Presentation dalam ajang tersebut. (Edt)

 

Baca Juga :  Mahasiswa UB Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *