Malang Film Festival 2017 Sedot Animo Pegiat Sinematografi

Infokampus.news, Malang – Malang Film Festival kembali hadir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pada tahun 2017 ini. Malang Film Festival 2017 (MAFI FEST) ini sendiri sudah memasuki tahun ke 13 penyelenggaraannya. Pada tahun ini sendiri, MAFI FEST yang diselenggarakan di Theater Dme UMM dari tanggal 11-14 april 2017 ini memancing animo banyak pecinta dan penggiat film se- Malang Raya untuk hadir dan menyaksikan film-film karya anak negeri.

Malang Film Festival 2017 Buktikan Banyaknya Peminat Bidang Sinematografi

Diakui oleh Direktur MAFI FEST tahun ini, Fania Yuning Sari, antiusasme akan gelaran MAFI FEST tahun ini dibuktikan dengan melonjaknya angka partisipasi peengiriman fil yang pada tahun lalu berada di angka 278, melonjak ke angka 426 pengirim film untuk di putarkan dalam kegiatan festival film terbesar di kota Malang ini.

“Dengan besarnya antusiasme pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan MAFI FEST ini membuktikan bahwa minat kaummuda dibidang sinematografi sangatlah tinggi. rincian film yang akan diputar nantinya ini sendiri yaitu 212 film Fiksi Pendek Pelajar, 40 Dokumenter Pendek Pelajar, 113 Fiksi Pendek Mahasiswa, dan 43 film Dokumenter Pendek Mahasiswa,” paparnya.

MAFI FEST 2017 Hadirkan Juri Kenamaan

Untuk Tim Penjuran sendiri panitia MAFI FEST telah menghadirkan beberapa juri untuk kompetisi film ini yang berasal dan memiliki latar belakang film yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya.

“Untuk Juri kami menghadirkan  BW Purbanegara, Novi Hanabi, dan Panji Wibowo sebagai juri kategori film fiksi. Sedang Akbar Yumni, Caroline Monteiro, dan Nashiru Setiawan dipilih sebagai juri kategori film dokumenter,” Jelasnya.

Harmoni Keberagaman Jadi Semangat Penyelenggaraan MAFI FEST 2017

Dalam gelaran MAFI FEST 2017 ini, Panitia sendiri mengangkat tema “Harmoni”. pengangkatan tema tersebut dimaksudkan sebagai cerminan dari seluruh partisipan baik dari penyelenggara maupun dari kalangan peggiat film yang berasal dari berbagai macam latar belakang daerah, suku, adat dan agama yang saling berkolaborasi membentuk suatu bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan berbagai macam latar belakang yang kami miliki, kami bisa menghasilkan karya yang baik dengan membawa semangat perbedaan itu tadi. ini juga bentuk adanya suatu ikatan dari seluruh partisipan MAFI FEST yang sudah selam 13 hadir sebagai wadah untuk bidang sinematografi,” Ungkapnya. (uch)

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Begini Penjelasan Rinci Warek I Prof. Kusmartono Terkait Jalur Mandiri UB

Infokampus.news, Malang - Universitas Brawijaya (UB) resmi menghapus tes masuk untuk jalur mandiri UB pada tahun 2017 ini.

Close