Manfaatkan Batu Apung, Tim Dari USU Beri Paparan di Babak Terakhir MTQMN XV 2017

Infokampus.news, Malang – Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an yang dilaksanakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya telah memasuki hari keempat. Tercatat sejak hari pertama ada 51 peserta dari beberapa perguruan tinggi yang mengikuti lomba ini. Dengan pembagian 13 tim untuk hari pertama, 15 tim untuk hari kedua dan ketiga, serta 8 tim untuk hari terakhir.

Berbeda dengan cabang lomba lainnya, dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an tidak ada babak penyisihan antar kelompok. Sebelumnya penyisihan sudah dilakukan pada saat pengumpulan berkas, dan tim yang lolos akan memberikan pemaparan mengenai karya yang akan dipresentasikan didepan dewan hakim dan panitera. Untuk tahap selanjutnya peserta hanya menunggu pengumuman tim yang akan masuk ke final Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Aplikasi Pemanfaatan Batu Apung Untuk Media Baru

 

Melalui lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an ini banyak temuan-temuan serta ide baru mengenai karya dari setiap kafilah, salah satu ide menarik yang berkesempatan untuk dipresentasikan dalam lomba ini adalah milik tim kafilah Universitas Sumatera Utara (USU). Tim kafilah USU dengan mengangkat tema Al-Qur’an dan Teknologi memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan batu apung sebagai adsorben dengan media minyak jelantah. Kafilah dari USU mengirimkan dua perwakilan yakni Indra Doli Nasution dan Fiqhi Fauzi untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

“Yang kami lakukan masih dalam tahap penelitian secara fisik belum ada kelanjutan dalam pengujian zat yang ada didalamnya. Melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ini kami mendapat banyak masukan dari dewan juri dan panitera lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an,” ungkap Indra Doli Nasution.

“Kami masih harus menguji zat yang terkandung didalamnya, tidak disarankan untuk diaplikasikan kedalam makanan, mungkin bisa diganti dengan media lain sehingga tidak untuk dikonsumsi manusia. Secara fisik memang lebih jernih dari minyak jelantah, namun didalam media ini tentunya masih ada radikal bebas, dewan juri menyarankan untuk mengaplikasikan pada pelumas motor,” paparnya.

Fiqhi Fauzi juga memaparkan jika proses pemanfaatan batu apung ini masih sangat sederhana, batu apung akan di gerus dan diayak, lalu diolah dan diberi tambahan hingga akhirnya dapat diaplikasikan menjadi media.

“Awalnya sangat grogi karena ini adalah event nasional dan tentunya sudah banyak tim lawan yang lebih berpengalaman, niat kami hanya ingin mengharumkan almamater USU dan menjadi penerus di Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional. Kami sebagai peserta sudah diseleksi, dan ketika kami lolos itu artinya kampus sudah memiliki harapan besar kepada kami, itu menjadi tanggung jawab besar dari kampus kami,” tutupnya. (has)

 

 

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 Kafilah Ini Siap Bertanding di Perempat Final Debat Kandungan Al-Qur’an Dengan Bahasa Arab

Selasa (01/08) hari ini Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional bidang Debat Kandungan Al-Qur’an Dengan Bahasa Arab telah memasuki babak perempat final.

Close