Atasi Jobseeker dan HRD Kucing-Kucingan, Mapurel Adakan Pelatihan Cara Membangun Jaringan

Infokampus.news – Malang Public Relation (Mapurel) menggelar talkshow dan pelatihan bertajuk “How to Build A Network” di Seven Chicken Cafe, Sabtu (16/2/2019). Dalam pelatihan ini, Direktur Mapurel Ali Lating, M.M. sendiri yang menjadi pemateri.

Ali selaku pimpinan Mapurel dan penyelenggara acara, mengatakan bahwa pelatihan ini cukup rutin diadakan.

“Latar belakang sebenarnya begini, banyak sekali lulusan perguruan tinggi tapi mereka kesulitan dapat pekerjaan. Di sisi lain, banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, cuma tidak tahu (harus mencari) di mana. Lulusan juga bingung tidak tahu ke mana. Akhirnya saya buat pelatihan ini,” papar Ali yang juga merupakan Kepala Humas STIE Malangkucecwara ini.

Pada sesi pertama yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00, Ali memberikan materi sekaligus pelatihan tentang cara membangun relasi dan menunjukkan performa yang baik di hadapan human resource department (HRD) perusahaan. Di sesi pertama ini, peserta sangat antusias, terbukti dari keaktifan mereka sepanjang materi dan praktik. Ali pun membawa acara ini cukup santai dan menyenangkan, dengan memberi jeda di sela-sela materi.

Tentang performa, Ali menuturkan bawa performa merupakan salah satu hal terpenting untuk menghadapi wawancara kerja.

“Itu yang sering juga, anak-anak penampilannya asal-asalan, padahal dia adalah seorang sarjana,” keluh Ali. Ia melanjutkan, “Nah ini kita berikan wawasan supaya ketika lulus mereka mudah mendapatkan pekerjaan. Dia belum dapat, dia bisa telepon perusahaan.”

Selain performa fisik, performa tingkah laku dan psikologis jobseeker juga menjadi pertimbangan HRD untuk merekrut pegawai barunya. HRD menggunakan psikotes atau tes psikologi untuk melihat karakter pelamar kerja, kepribadiannya, kecocokannya dengan bidang yang ia butuhkan.

Psikotes itu sendiri merupakan tes untuk mengetahui kepribadian dan cara pikir seseorang secara umum, sebab tes ini mengandalkan pikiran bawah sadar. Kendati demikian, tutur Ali, tes ini bisa direkayasa. Rekayasa di sini bukan dalam artian manipulasi secara negatif, melainkan dengan cara mengubah mindset. Oleh karena itu, peserta pelatihan ini juga melakukan praktik psikotes.

Masih di sesi pertama, kemudian para peserta juga diajari teknik menelepon langsung ke perusahaan, bagaimana trik-triknya, bagaimana bisa mempengaruhi lawan bicara meskipun belum saling kenal sebelumnya.

Sementara itu, di sesi dua yang dimulai setelah jeda makan siang itu peserta mendapatkan materi serta pelatihan wawancara kerja dari Evy Effendy, Direktur PT. Winnertech Lintas Nusa Malang yang sekaligus menjabat sebagai HRD di beberapa perusahaan di Malang dan Pasuruan.

Pelatihan yang dihelat oleh Mapurel ini ternyata sudah merambah ke level nasional. Sudah tak terhitung berapa banyak Mapurel mengunjungi antarkota bahkan antarpulau untuk mengadakan pelatihan yang beragam, seperti pelatihan  perpajakan, hypnoteaching, motivasi, public relation, public speaking, dan lain-lain yang semuanya berkaitan dengan bagaimana cara membangun jaringan.

Di luar undangan dari lembaga-lembaga resmi, ternyata Ali juga kerap mengadakan pelatihan atas dasar keinginan sendiri karena ini merupakan salah satu hobinya. Ia tergerak mengadakan pelatihan ini karena selain peminatnya yang selalu banyak, ia merasa kebanyakan sarjana kesulitan mencari kerja karena kurangnya pembekalan tentang dunia kerja di bangku kuliah.

Di samping itu, Ali mengungkapkan alasan utama mengapa network itu sangat penting.

“Sukses itu jadikan diri Anda dikenal orang, bukan mengenal orang. Kenapa? Karena rezeki yang Allah berikan kepada hamba-Nya tidak pernah langsung kepada hambanya, tapi selalu melalui tangan orang lain. Makanya itu, kita harus kenal banyak orang,” tukasnya.

Setelah pelatihan, para peserta berkesempatan untuk mengikuti rekrutmen di 3 (tiga) perusahaan yang telah bekerja sama dengan Mapurel dan mencoba menerapkan secara langsung hasil pelatihan tersebut. (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published.