Mari Mengenal Universitas Jember, Kampus Elit (Lainnya) di Jawa Timur

Infokampus.news, Jember –  Universitas Jember (UNEJ) merupakan salah satu kampus negeri yang terletak di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Secara geografis, Jember berada di kawasan Karesidenan Besuki yang letaknya di bagian timur Jawa Timur. Letaknya yang jauh dari kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang membuat UNEJ jarang terjamah oleh media sehingga tak banyak orang mengetahui tentang UNEJ.

Padahal kampus UNEJ merupakan kampus yang patut diperhitungkan dalam kancah perguruan tinggi se-Indonesia. UNEJ menduduki peringkat 20 kampus terbaik di Indonesia mengungguli beberapa kampus ternama di Jawa Timur seperti Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Malang, lho. Bahkan, UNEJ berhasil mengungguli salah satu kampus ibukota sekelas Universitas Negeri Jakarta. Amazing!

Maka dari itu, tak ada salahnya kita mengenal kampus UNEJ lebih dalam. Hal ini bertujuan untuk memperkaya pilihan kita ketika hendak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi agar tidak terpaku pada kampus-kampus tertentu saja.

Universitas Jember Adalah Kampus Hijau yang Menghargai Oksigen

Universitas Jember Adalah Kampus Hijau yang Menghargai Oksigen

Jauh dari kota besar adalah keuntungan tersendiri bagi UNEJ. Jember tidak sebesar dan seramai Surabaya dan Malang sehingga kondisi lingkungannya masih terjaga dan tidak terlalu berpolusi. Demikian halnya dengan UNEJ.

“UNEJ itu kampus yang sangat menghargai oksigen. Jadi masih mempertahankan banyak tanaman. Dan UNEJ ini adalah kampus yang segar.”, ungkap Noviantari Cahya, mahasiswi UNEJ jurusan Agroteknologi.

Menurutnya, UNEJ menampilkan lanskap perkuliahan yang asri sehingga mampu menyamankan mahasiswanya. Suasana seperti ini membuat banyak mahasiswa menikmati waktu di UNEJ hanya untuk sekedar bersantai hingga berolahraga.

Pendapat serupa juga dikatakan oleh Asma’ul Saidatul Faizah, mahasiswa Fakultas Pertanian. Baginya, UNEJ mengusung nuansa Go Green sehingga nyaman untuk berproses. “Didukung dengan banyaknya pepohonan yang tumbuh dan untuk tata lingkungannya juga sangat diperhatikan”, ujar dara asal Banyuwangi ini.

Selain kebersihan lingkungan, Asma’ul menambahkan bahwa UNEJ juga mendukung kegiatan berbasis kebersihan rohani. Menurutnya, ini turut menambah atmosfer kenyamanan berkuliah di UNEJ.

Eksistensi Mahasiswa UNEJ Skala Nasional

Eksistensi Mahasiswa UNEJ Skala Nasional

Kenyamanan suasana yang diberikan oleh UNEJ kemudian memotivasi mahasiswanya untuk eksis berprestasi dan terlibat dengan gerakan skala nasional. Hal ini yang kemudian diamini oleh Asma’ul.

“UNEJ sudah bisa bersaing dengan kancah luar. Sejauh yang saya tahu, himpunan mahasiswa jurusan saya telah bekerja sama dengan forum mahasiswa tingkat nasional. Bahkan, salah satu mahasiswa dari fakultas saya sudah menjadi sekretaris jenderal. Serta untuk prestasi-prestasi sudah bersaing.”, tukas mahasiswi angkatan 2016 ini.

Selaras dengan Asma’ul, Noviantari pernah mendapatkan pengalaman serupa ketika ia berpartisipasi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ia merasa UNEJ sangat mengapresiasi apa yang telah diupayakan oleh mahasiswanya. “Saya sebagai mahasiswa merasa sangat dihargai oleh UNEJ dengan adanya pelatihan presentasi dan melatih jiwa kepemimpinan saya juga.”, kata mahasiswi yang akrab disapa Novi.

Dari pengalaman itu ia menyimpulkan betapa UNEJ telah berupaya untuk mengapresiasi mahasiswanya dan ini adalah satu hal yang perlu diteladani.

“UNEJ mungkin menurut saya cukup bagus dalam menghargai bakat dari mahasiswanya. Misalnya, dengan pemberian penghargaan bagi mahasiswa yang berbakat.”, tutur mahasiswi asal Pasuruan ini.

Dari Mahasiswa UNEJ Untuk Masyarakat Jember

Dari Mahasiswa UNEJ Untuk Masyarakat Jember

Keberadaan UNEJ sebagai kampus elit turut memberikan sumbangsih kepada masyarakay sekitarnya. Hal ini yang kemudian dipaparkan oleh Aditia Ulhaq, mahasiswa UNEJ asli dari Jember.

“Mahasiswa UNEJ sendiri sudah ada pengaruhnya seperti mahasiswa yang melakukan KKN itu sudah memberikan beberapa pengaruh pada program kerja yang sudah dijalankan. Mahasiswa juga sering melakukan bakti sosial yang dapat membantu masyarakat.”, ujar Aditia.

Namun bukan berarti tanpa cela. Masih banyak yang harus diperbaiki oleh mahasiswa UNEJ ketika turun ke masyarakat. Menurut Adit, perlu adanya langkah kelanjutan dari program-program yang sudah ada agar materi perkuliahan yang didapat tidak menguar begitu saja. “Jadikan masyarakat sebagai implementasi dari apa yang didapat di perkuliahan.”, tutup Adit. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
elang jawa
Sedih! 3 Tahun Seperti Anak Sendiri, Kepala Lab UM Ini Harus Rela Berpisah Dengan Elang Jawa Ini

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies yang mulai punah ini memang tidak sembarang orang bisa memiliki apalagi

Close