Masruchin Ruba’i, ‘Jangan Punya Mindset Money Goal, Tapi Truth Made You Money’

Infokampus.news, Malang – Ditemui di sela kesibukannya, Prof. Masruchin Ruba’i S.H, M.S, salah satu guru besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang (UB) menyiapkan waktunya untuk berbincang dengan tim infokampus.news. Masruchin yang sempat menjadi saksi ahli kasus kematian Mirna ini telah bergelut sejak muda dalam dunia hukum.

“Saya kelahiran 30 September 1968 habis ini pensiun, sejak SMA memang ingin sekolah di Hukum UB karena dulu kan kampusnya dekat SMA saya,” ujarnya sambil berseloroh.

Guru besar sekaligus alumni siswa SMAN 2 Malang ini sempat menjadi saksi ahli banyak kasus besar mulai dari lulus dari bangku perkuliahan hingga saat ini, tentu saja hal ini merupakan buah dari hasil profesionalisme kerjanya.

“Banyak ya sebagai orang hukum itu, diminta ini itu tapi ya itu tadi kita harus berpegang teguh pada kebenaran yang terlihat. Alhamdulillah seperti kasus yang JW kemarin alhamdulillah banyak komentar positif via youtube, karena harus seperti itu memang. Orang hukum yang harus objektif dengan hukum,” papar Prof. Masruchin.

Ia mengutarakan hal tersebut sebenarnya bukanlah prestasi, namun sebuah keharusan bagi semua pelaku hukum agar tetap berpegang pada kebenaran yang diketahui.

Pesan Untuk Para Calon Ahli Hukum Muda

Selain menceritakan sedikit kisahnya, Masruchin memberikan pesan khusus pada para calon pemuda lulusan hukum di seluruh penjuru negeri.

“Yang dicari jangan Uang, nanti jadinya segala cara ditempuh. Pokoknya harus kerja yang profesional, dengan kerja profesional itu otomatis nanti pasti dapat uang,” tutur guru besar yang berdomisili di kecamatan lowokwaru Kota Malang.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme kerja sesuai dengan kaidah yang berlaku, dengan demikian orang akan mempercayakan pekerjaan pada sang ahli yang tidak memihak.

“Uang itu akan datang sendiri kalau kerja kalian mengikuti kebenaran dan bekerja secara profesional, jangan ngikut maunya orang dibayar berapapun, tetap objektif.” pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

  • Dengan adanya tambahan guru besar yang ditargetkan pada tahun ini, jumlah guru besar yang semula 13 orang akan bertambah menjadi 18 orang
  • Tri Yuwono, salah seorang guru besar Universitas Brawijaya Malang (UB) memberi tanggapan tersendiri atas fenomena masyarakat Indonesia saat ini yang gemar mengolok orang atau kelompok tertentu. Ia mengatakan hal ini merupakan hal yang wajar dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat majemuk.
  • Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah jumlah guru besar. Dua guru besar di bidang kesehatan hari ini dikukuhkan di Gedung Widyaloka UB, hari ini, Selasa, 15 November 2016. Mereka adalah Dr. Teti Estiasih, STP, MP seorang guru besar bidang Ilmu Kimia dan Teknologi Liquid dan Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes.Sp.Par.K, guru besar bidang Ilmu Parasitologi Klinik. Dengan pengukuhan dua guru besar tersebut, maka total jumlah guru besar di UB sebanyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ide-Ide Unik Muncul, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Batch 2 Digelar!

Sukses acara 'Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di kota Malang Batch 1', acara yang sama kedua kalinya berlokasi di UIN...

Close