Melalui Program Kartu Pra Kerja, Fresh Graduate dan Korban PHK akan dibiayai Pemerintah di Tahun 2020, Apa saja syaratnya?

INFOKAMPUS.NEWS – Mulai Maret 2020, Fresh Fraduate yang belum mendapatkan pekerjaan dan korban PHK akan dibiayai pemerintah hingga capai Rp7,6 juta /orang. Melalui Program Kartu Pra Kerja. mereka akan dilatih dan digaji supaya kompetensinya meningkat.

“Jadi desain kartu pra-kerja tidak dicetak secara fisik, namun digital” ucap Ida Fauziah selaku Menteri Ketenagakerjaan.

Pertama calon peserta harus mendaftarkan diri melalui kemenaker.go.id. dengan menggunakan prinsip first ini first serves, artinya yang lebih dulu mendaftar akan mengikuti pelatihan vokasi lebih awal dibandingkan yang mendaftar belakangan.

Kedua, pemerintah akan melakukan proses seleksi secara online dan akan diumukan melalui situs Kemenaker. Ketiga, kalau calon peserta lulus seleksi, mereka perlu memilih pelatihan vokasi melalui website atau aplikasi.

Keempat, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan sesuai pilihan mereka, baik secara tatap muka maupun daring. biaya pelatihan sekitar Rp 3 Juta – Rp 7 Juta yang akan ditanggung pemerintah.

Kelima, setelah mendapatkan sertifikasi kompetensi dapat mengikuti uji kompetensi, biaya akan disubsidi dari program kartu pra-kerja hingga Rp. 90.000. Ke-enam, peserta akan mendapat insentif perisapan melamar pekerjaan sebesar Rp. 500.000.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Ketujuh, peserta akan memberikan penilaian dan evaluasi proses yang telah diikuti. terakhir Peserta harus mengisi survei kepekerjaan yang dilalukan secara epriodik untuk mendapat data apakah sudah mendapatkan kerja atau belum. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *