Bahas Tata Ruang, UB Undang Profesor Dari Kyoto University

Infokampus.news, Malang – Universitas Brawijaya melalui seminar Internasional ICPEU 2017 menggandeng banyak keynote speakers dari berbagai bidang dan latar belakang untuk membahas perencanaan wilayah dan kota. Event dua tahunan yang sudah berlangsung selama 3 kali ini membahas perencanaan wilayah dan kota untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Tiga tema besar yang diambil mengenai pengembangan wilayah dan kebijakan publik, perencanaan dan desain perkotaan, serta lingkungan infrastruktur dan pemukiman. Lebih dari 100 pengirim paper diseleksi untuk dipresentasikan. Paper tersebut dari 5 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Jepang dan Swedia.

Aris Subagiyo selaku ketua pelaksana seminar Internasional menyatakan jika paper yang lolos seleksi kurang lebih ada 69 pemakalah yang diterima.

“Pembangunan berkelanjutan selalu didengungkan, sudah mengglobal baik dinegara maju maupun berkembang. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian, kaitannya apakah aspek ekonomi sudah ditunjang dengan aspek ekologi dan sosial,” tuturnya.

“Tolak ukur keberhasilan adalah ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita terus meningkat. Namun disisi lain kemacetan selalu bertambah, titik genangan air maupun banjir semakin bertambah, daerah rawan bencana semakin bertambah. Apakah seperti itu pembangunan yang berkelanjutan?” ujarnya.

Aspek Ekonomi Terus Meningkat, Namun Dari Aspek Ekologis Semakin Menurun

Melalui share berbagai pengalaman dari peserta yang hadir, diharapkan nantinya dapat bersama – sama merumuskan seperti apa jalan keluarnya.

“Dari sisi kepanitiaan, bisa membuka informasi dan pengetahuan khususnya dibidang perencanaan wilayah dan kota baik untuk mahasiswa, akademisi, maupun praktisi. Kedepannya dapat menjadi suatu kolaborasi bahwa selanjutnya pembangunan berkelanjutan itu harus mempertimbangkan banyak aspek,” tuturnya.

Seminar Internasional ini sendiri bergabung dengan Himpunan Alumni Kyoto University (HAKU). Prodi jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) menggabung kegiatan seminar Internasional dengan 6th Southeast Asia Network Forum. HAKU sendiri adalah perwakilan asia yang bertempat di Bangkok, setiap tahun HAKU selalu mengagendakan untuk berkumpul bersama membahas tema dan untuk sharing pengetahuan, menjalin komunikasi dengan alumni HAKU sendiri.

Peserta Seminar Sudah Melalui Proses Seleksi

“Untuk peserta sendiri ada tim reviewer yang bertugas untuk menyeleksi paper yang terdaftar itu sesuai dengan tema atau tidak. Selain itu juga ada beberapa pertimbangan dari Prof. Hans Westlund dari Swedia, Prof. Kiyoshi Kobayashi dari Kyoto University dan juga tim internal dari PWK UB,” tandasnya.

“Untuk keynote speakers sendiri hari pertama dijadwalkan Prof. Hans Westlund, Prof. Kiyoshi Kobayashi dan Dr (HC) Ir. Tri Rismaharini, M.T. Namun Ibu Risma sendiri berhalangan hadir karena ada kepentingan mendadak di Surabaya,” pungkasnya.

Untuk hari kedua keynote speakers akan diisi oleh Dr. Ir. Surjono, MTP untuk bidang keilmuan perkotaan, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc selaku bupati Trenggalek yang akan membahas bagaimana kaitan dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Trenggalek, serta Prof. Masaaki Okamoto.

“Goals dari seminar kegiatan ini sendiri adalah mencermati bagaimana pembangunan berkelanjutan yang pesat yang sudah menjadi agenda global dan bertukar ilmu pengalaman sesuai yang diarahkan sesuai dengan tema,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berbagi Melalui 500 Bungkus Nasi

BSO Paguyuban Semi Universitas Islam Malang mengadakan kegiatan bakti sosial dengan berbagi 500 bungkus nasi untuk masyarakat membutuhkan yang tidak...

Close