Mendikbud Ingin Jadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional

INFOKAMPUS.NEWS – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengingkan bahasa Indoensia bisa dimengerti di banyak negara di dunia alias menjadi bahasa Internasional.

“Ini adalah satu hal yang kedepannya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemdikbud) bisa menjadikan bahasa Indonesia salah satu bahasa yang menjadi lingu franca (bahasa pengantar) di Asia Tenggara” Ujarnaya dalam rapat kerja bersama komisi X DPR RI.

Nadiem meyakini hal ini akan sesuai target jika melakukan inovasi di bahasa serta melakukan berbagai macam adaptasi kultur lain agar menjadi jembatan bagi kita dan negara lain.

“bisa tercapai atau tidak, kita harus punya mimpi yang besar” tuturnya lebih lanjut.

Sementara Plt Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Nadiem Makarim. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling mudah dipelajari oleh orang asing.

“Penutur bahasa Indonesia itu angkanya lebih dari 30 juta penutur, bukan hanya di Indonesia tapi di Negara lain akan berdampak pada dialek yang berbeda.”

Dadang sudah mengirim 793 pengajar bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) ke 29 Negara. penutur bahasa Indonesia ada juga yang berada di Timor Leste, Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Thailand Selatan hingga Filipina Selatan.

Baca Juga :  Cegah Corona Presiden Pesan 2 Juta obat dan Beri Edukasi Protokol Kesehatan WHO

Bahan ajar BIPA akan dikirim ke seluruh duta besar di negara-negara asing dan nantinya diharapkan bisa dijadikan bahan ajar bagi warga yang ingin belajar Bahasa Indonesia.

Sementara syarat penting bahasa negara bisa jadi bahasa Internasional diantaranya dilihat secara politik, sosial dan ekonomi, Indonesia termasuk negara yang stabil dalam beberapa tahun belakangan.

Ahli Bahasa Indonesia, Amrin Saragih menyebut dalam berkomunikasi orang Indonesia juga suka menggunakan perantara “orang ketiga” saat menyatakan pendapat. misalnya kalimat ‘sudah disini dia rupanya. katanya mau kemari dia.’ kata orang ketiga(nya)

Selain itu, bahasa Indonesia memiliki keunikan. untuk menjelaskan kata benda jamak harus menempel atau dnegan “mempekerjakan” kata kerja di belakangnya.

Contohnya “burung itu beterbangan” padahal dalam bahasa Inggris kalau kata benda jamak tinggal menambahkan huruf S, sedangkan di Bahasa Indonesia dengan mempekerjakan kata kerja ‘terbang’ menjadi ‘beterbangan’ bahwa burung yang dimaksud lebih dari satu. (Edt)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *