Mendikbud : Jumlah Paten Peneliti Indonesia Rendah

Infokampus.news, Malang – Inovasi mahasiswa maupun siswa di Indonesia unik dan beragam, namun sayangnya banyak karya maupun temuan hasil penelitian tersebut belum dipatenkan. Padahal jika suatu barang tersebut bernilai jual tinggi, bukan tidak mungkin akan diklaim oleh pihak lain sebagai hasil karya dan inovasi mereka.

Hal inilah yang disampaikan oleh Prof. Dr. M Muhadjir Effendi, menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam acara penutupan dies natalis Universitas Negeri Malang (UM) ke-62.l hari ini, Rabu, 26 Oktober 2016.

“Persoalannya di Indonesia ini inovasinya masih rendah, jumlah paten dan yang yang dipatenkan masih tertinggal dari negara lain. Hak paten Thailand saja 115 paten per 1 jt penduduk, Singapore mencapai 1.978 per 1 juta penduduk,” ujarnya saat berorasi.

Sebagai Unit Pendidikan, Dorong Terus Kreativitas dan Pengakuan Hak Paten Mahasiswa

Ia mendorong mahasiswa memperbanyak karya dan jumlah paten dengan syarat mempelajari sejak dini prosedur dan tata cara mematenkan produk, meskipun barang yang dipatenkan masih butuh pengembangan lebih lanjut.

Baca Juga :

“Patenkan saja semua hal yang ditemukan, meskipun masih butuh pengembangan sebelum diketahui banyak pihak dan ahirnya dijiplak. Maka dari itu jangan mengaplot sembarangan sebuah produk sebelum dipatenkan,” imbuhnya.

Penulis : Irma Puspita
Editor : Galuh Pandu Larasati

Foto : Irma – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UI Rintis Pusat Riset Terpadu Energi Panas Bumi

Universitas Indonesia (UI) merintis terbentuknya Pusat Riset Terpadu Energi Panas Bumi yang melibatkan para pakar lintas fakultas

Close