Mengapa TvOne Memihak Prabowo? Karni Ilyas: Hehe Saya Dulu Absen 3 Bulan

 

“Ada 2 keberpihakan besar media massa saat Pilpres 2014 berlangsung. TvOne memihak Koalisi Merah Putih (KMP) atau kubu Prabowo dan Metro Tv memihak kubu Jokowi. Saat itu saya memilih abstain 3 bulan, selama kampanye sampai pemilu presiden saya cuti tanpa izin. Yang lain silakan memihak, tapi saya yang meniti karier duluan tidak berpihak kemanapun juga. Jurnalis seharusnya seperti itu,” kata Sukarni Ilyas alias Karni, wartawan senior yang telah 44 tahun mengabdi dan tunduk pada kode etik jurnalistik.

Infokampus.news, Malang – Kata-kata Karni Ilyas malam itu diiringi gemuruh tepuk tangan dari 3000 mahasiswa yang hadir dalam TvOne Goes To Campus di Samanta Krida (Sakri) Universitas Brawijaya, Jumat, 8 Oktober 2016. Ada yang bangga ada pula yang mencibir. Sebab malam itu pula, host kenamaan Indonesia Lawyers Club (ILC) ini dicecar berbagai macam pertanyaan soal keberpihakan TvOne dalam dunia politik termasuk sejumlah tayangan TvOne yang kontroversial. Luka lama dan cidera kepercayaan rakyat terhadap media 2 tahun silam rasanya kembali ngilu dalam semalam.

“Bang Karni, kenapa saat itu TvOne harus berpihak ke Prabowo?,” tanya seorang mahasiswa FISIP kepada Karni.

“Saya kira pertanyaan itu juga perlu dilontarkan kepada Metro Tv kenapa berpihak kepada Jokowi—-untuk pertanyaan ini saya tidak bisa jawab karena waktu itu saya tidak bekerja. Yang jelas semua televisi memiliki orientasi politik, ada keberpihakan. Tapi itu tidak mengganggu selama tidak berlebihan. Tapi yang terjadi saat Pilpres kemarin itu sudah berlebihan, makanya saya pilih cuti 3 bulan, enak malah bisa jalan-jalan, hehehe..” kelakarnya.

“Jika Pilpres Bang Karni memilih tidak memihak, kalau Pilkada DKI ini Bang Karni gimana?” tanya seorang peserta kepadanya. Tepuk tangan ribuan pasang tangan menggema di ruangan itu.

“Saya kira selama Pilkada DKI ini kita imbang. Tidak ada keberpihakan. Boleh di cek apabila Agus diwawancara, Anies juga kami wawancara. Sama halnya dengan Ahok. Malah sejak Ahok jadi Gubernur, ketika saya datang ke tempatnya bukannya dilayani dengan baik tapi dimaki-maki,” jawab Karni sambil tersenyum.

Baca Juga :

Belum tuntas perkara Pilpres 2 tahun yang lalu, isu terbaru akhirnya digaungkan. Perkara Kopi Mirna dan Jessica yang hampir seperti serial drama episodik meski dinanti namun juga dimaki.

“Soal berita kopi Mirna dan Jessica. Kenapa sih berita itu selalu diangkat selama berbulan-bulan, berhari-hari, selalu saja ada topik itu?” tanya hadirin lain yang resah.

Karni tertawa.

“Itu juga dipertanyakan di rapat redaksi. Meskipun saya tidak setuju, tapi keputusan redaksi tidak ditentukan oleh satu orang. Saya hanya memberikan garis besar tapi keputusan ada di tangan 1700 orang. Saya saja nggak nonton TvOne malah pindah channel ke Natgeo Wild. Saya lihat binatang-binatang buas, hehehe,” Karni ndagel lagi.  Penonton-pun tertawa.

karni-2

“Bangsa kita masih bangsa yang doyan drama. Kenapa sidang Jessica laku? Karena semua yang berbau drama disukai masyarakat Indonesia. Sinetron laku, cerita orang kecil jadi orang gede laku, drama Korea apalagi, itu sebabnya TvOne menayangkan persidangan live sampai selesai, sebab orang Indonesia maunya Jessica, haha,” tawanya muncul kembali.

Lucu dan penuh paradoks. Banyak hal yang dicaci namun juga dinanti. Tapi begitulah sedikit banyak gambaran media massa di Indonesia. Tidak sepenuhnya independen dan selalu ada keberpihakan.

“Tinggal bagaimana kita sebagai warga menyikapinya dan bersikap dewasa. Terakhir, semoga acara ini menjadi kick  off Dies Natalies Brawijaya sekaligus kick off TvOne Goes To Campus karena Brawijaya adalah kampus yang pertama,” ujarnya menutup pembicaraan diiringi gemuruh tepuk tangan ribuan hadirin. (gpl)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ikip Budi Utomo Kembangkan Kampus Digdaya

Kampus digdaya merupakan salah satu rencana yang sudah dipersiapkan matang oleh kampus IKIP Budi Utomo, sebagai alat

Close