Menristekdikti Buka Kegiatan Simposium Nasional Akuntansi XX Di Universitas Jember

Infokampus.news – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir hadir dalam rangka membuka pelaksanaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XX di Universitas Jember (27/9). Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan tahunan para akuntan pendidik dari berbagai perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Akuntansi ini dihadiri oleh seribuan dosen akuntansi yang tergabung dalam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dari seluruh Indonesia. Dalam simposium kali ini sendiri Tema yang diambil  adalah “Harmonisasi Spirit Pandhalungan (Kebhinnekaan) Untuk Penguatan Profesionalitas Indonesia Jaya”.

Tenaga Pendidik Akuntansi Harus Ikuti Perkembangan Jaman

Dalam sambutannya, , Ketua IAI Mardiasmo, mengingatkan bahwa era saat ini mengalami perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi informasi, yang kesemuanya  menjadi tantangan bagi para akuntan pendidik. Untuk itu para akuntan pendidik harus selalu meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan jaman agar mampu mendidik calon-calon akuntan yang sesuai dengan tuntutan jaman. Siap beralih dari comfort zone ke competence zone

“Saat ini yang kita hadapi adalah generasi Y dan Z yang jauh berbeda dengan generasi kita, mereka adalah generasi yang akrab dengan kemajuan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi juga mengubah lingkungan kita, contohnya dengan maraknya bisnis daring. Kesemuanya berdampak pada ilmu akuntansi,” Ungkapnya seperti dilansir dalam laman UNEJ.

Menristekdikti Dorong Peningkatan Pendidikan Profesi Akuntan Di Indonesia

Sementara itu, dalam paparannya sebagai pembicara kunci, Menristekdikti Muhammad Nasir mendorong para dosen akuntansi untuk merespon dan menyaring kompetensi apa yang diperlukan oleh seorang akuntan dewasa ini, di era kompetisi. Sebagai contoh akuntan adalah salah satu profesi, yang menjadi profesi yang bebas bekerja lintas negara dalam rangka penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN

“Masih banyak yang perlu dibenahi, misalnya di Thailand dan Singapura memiliki banyak akuntan profesional, sebaliknya di Indonesia masih sedikit lulusan Program Studi Akuntansi yang kemudian meneruskan pendidikan profesi akuntansi sebagai bekal menjadi akuntan profesional. Untuk itu semoga SNA kali ini mampu menghasilkan rekomendasi untuk perkembangan ilmu akuntansi dan profesi akuntan,” jelas guru besar di bidang akuntansi ini.

Pelaksanaan SNA XX yang dimotori oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember didukung penuh oleh Rektorat, seperti yang disampaikan oleh Moh. Hasan. “Saya salut atas kerja keras segenap panitia sehingga ajang SNA XX dapat berlangsung dengan sukses. Apalagi dengan mengusung tema Pandhalungan, frasa budaya yang memang membawa spirit akulturasi budaya di Jember dan daerah Tapal Kuda. Semoga spirit Pandhalungan menjadi inspirasi bagi para peserta SNA XX untuk bersatu padu walau berasal dari berbagai institusi,” ungkap Moh. Hasan. (uch)

Sumber : Humas UNEJ

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Soroti Penurunan Populasi Penyu, Peneliti IPB Ciptakan Wisata Pantai Berbasis Konservasi Penyu Hijau

sejumlah ahli Institut Pertanian Bogor (IPB) lakukan penelitian pengelolaan wisata pantai berbasis konservasi penyu hijau di Pangumbahan

Close