Menristekdikti Luncurkan Aturan Baru Pembinaan Ideologi Bangsa

Infokampus.news – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) meluncurkan peraturan Menristekdikti nomor 55 tahun 2018 terkait Pembinaan Ideologi Bangsa dalam kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Peluncuran Permenristekdikti tersebut sebagai upaya pemerintah menekan paham paham intoleran dan radikalisme di kampus.

Mohammad Nasir menyampaikan bahwa berdasarkan survei Alvara Research Center dengan responden 1.800 mahasiswa di 25 Pergruuan Tinggi diindikasikan ada sebanyak 19.6 persen mendukung peraturan daerah (Perda) Syari’ah. lalu 25,3 persen diantaranya setuju dibentuknya negara islam, 16,9 persen mendukung ideologi islam, 29,5 persen tidak mendukung pemimpin islam dan sekitar 2,5 persen berpotensi radikal.

Untuk itu, Permenristekdikti dinilai menjadi langkah yang tepat untuk mengawal ideologi bangsa yang mengacu pada empat pilar kebangsaan yaitu UUP 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dalam rangka pembinaan ideologi bangsa ini saya keluarkan permenristekdikti 55 tahun 2018. dalam permen tersebut perguran tinggi wajib emmebrikan pembinaan kebangsaan bagi semua mahasiswa” ujar Nasir.

Nasir menambahkan, dalam Permenristekdikti nantinya mengatur agar supaya semua kampus wajib membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKMPIB). UKMPIB berada di pengawasan rektor dan mahasiswa organisasi ekstra boleh bergabung dan menjadi salah satu pengawal ideologi dalam UKMPIB.

Dengan adanya Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2018, Surat Keputusan (SK) Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 26/DIKTI/KEP/2002 mengenai pelanggaran Organisasi Ekstra Kampus atau Partai Politik dalam kehidupan kampus tidak berlaku lagi. meski begitu, Nasir mengatakan bahwa simbol-simbol organisasi ekstra seperti bendera dan lainnya tetap dilarang beredar dalam kampus.

“mewadahi organisasi ekstra di UKMPIB dan nantinya yang bertanggung jawab adalah rektor. politik praktis tetap dilarang, karena ada satu kejadian di dalam kampus hanya dimonopoli oleh sekelompok ornag tidak boleh lagi begitu. semua pihak harus dilibatkan,” Ungkap Nasir.

Dalam wkatu dekat, Kemenristekdikti juga akan mengumpulkan para rektor atau wakil rektor di bidang kemahasiswaan bersama seluruh ketua umum organisasi ekstra. dengan harapan, pihak rektorat dan organisasi ekstra bisa sejaland an sepaham dalam mengawal ideologi bangsa. (Jul) 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Pengurus Baru BAPOMI Jatim Resmi Dilantik Hari Ini, Kamu Mahasiswa Pecinta Olahraga Harus Tahu!

Pengurus baru BAPOMI (Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia) untuk periode 2018-2021 resmi dilantik pagi ini (31/10). Jika pada periode sebelumnya...

Close