Menristekdikti Siap Babat Habis Ijazah Palsu di Tahun 2017

Infokampus.news, Malang – Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) Muhammad Nasir menjamin akan adanya peningkatan mutu pendidikan di tahun 2017 mendatang. Ditemui beberapa hari lalu, salah satu program yang akan dilakukan salah satunya adalah mencegah beredarnya ijazah palsu yang berkembang di dunia pendidikan Indonesia beberapa tahun belakangan

“Kemenristekdikti akan berupaya untuk terus meningkatkan mutu khususnya dalam bidang pendidikan tinggi. Demi mewujudkan hal tersebut, Kemenrisstekdikti akan melakukan upaya pencegahan terhadap ijazah palsu dengan melakukan program Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (Sivil). Program tersebut sudah bisa dilaksanakan pada Januari 2017,” Ungkap Natsir

Selain Pencegahan Ijazah Palsu, Kemenristekdikti Juga Pacu Program BUDI

Selain pencegahan ijazah palsu, program Kemenristekdikti lainnya untuk mendorong peningkatan mutu adalah Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI). Diakui oleh Natsir, program BUDI ini sangat diminati pada tahun 2016 ini, dan dirinya juga berharap pada 2017 nanti akan terus menarik animo civitas akademika yang ada di Indonesia.

“Pendaftar BUDI untuk melanjutkan S2 dan S3 di universitas atau kampus dalam negeri ada 9.275 dan luar negeri ada 1.808 dosen. Sedangkan yang lolos dan menerima beasiswa dalam negeri 1.979 dosen. Serta 168 dosen di luar negeri dengan paling banyak melanjutkan di Jepang,”  Ungkapnya

Tahun 2016 Melampaui Target, Menristekdikti: Kami Sudah Siap Untuk Tahun 2017!

Diakuinya, beberapa target program Kemenristekdikti yang dicanangkan pada tahun 2016 sudah berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa target bahkan diakuinya sudah melebihi target yang diberikan sebelumnya.

“Kegiatan inovasi industri lembaga Litbang, PT, dan Industri targetnya di 2016 hanya 35 saja, tapi ternyata realisaainya lebih bahkan sampai angka 40. Begitu juga di sektor inovasi industri di PT targetnya itu hanya berada diangka 5, tapi realisasinya bahkan lebih dan berada diangka 7,” Ungkapnya

Untuk 2017 sendiri, Natsir mengaku bahwa Kemenristekdikti sudah menyiapkan diri demi terus meningkatnya kualitas yang dihasilkan oleh bidang yang dibawahinya. Untuk itu, Kemenristekdikti pada tahun 2017 nanti akan menggelontorkan dana Rp 1 triliun untuk layanan riset dan teknologi, dari anggaran Rp 38,73 triliun. (Uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UGM Gandeng Perusahaan Singapura Bangun Digital Inovation Center

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan perusahaan digital Sixcap Singapura bekerja sama untuk mendirikan Digital Inovation Center.

Close