Menristekdikti Uji Coba Kapal Pelat Datar Produksi Alumni UI

Infokampus.news – Satu lagi karya anak bangsa yang telah mengantongi paten dan layak diproduksi massal yakni kapal pelat datar untuk nelayan dan pelayaran rakyat di perairan Indonesia. Bahkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengikuti uji coba beroperasinya kapal pelat datar dengan melakukan perjalanan dari bengkel kapal di Teluk Naga Tangerang hingga ke Pulau Untung Jawa, Sabtu (20/8).

Prototipe kapal pelat datar ini dikembangkan para peneliti dan pebisnis pemula yang tergabung di PT Juragan Kapal. Sejak tahun 2013, Kemristekdikti membuat sistem insentif inkubasi bisnis teknologi (IBT) guna mendukung komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan (litbang) di Indonesia, salah satunya Juragan Kapal. Juragan Kapal adalah salah satu perusahaan pemula berbasis teknologi yang bergerak di bidang desain dan produksi kapal baja, dengan inovasi teknologi kapal pelat datar.

Baca Juga:

Menristekdikti Mohamad Nasir mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Universitas Indonesia (UI) dan Juragan Kapal. “Tugas Kemristekdikti akan menyosialisasikan inovasi ini ke seluruh Indonesia juga ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta ke Kementerian Perindustrian terkait masalah produksi dan sertifikasi. Diharapkan tahun 2017 harus sudah produksi massal,” katanya usai uji coba kapal pelat datar di Tangerang, Sabtu (20/8).

Menristekdikti berharap ada spesifikasi pembuatan kapal ketika akan dikembangkan kapasitasnya. Untuk risetnya, akan didanai melalui Direktorat Penguatan Inovasi.

Kapal pelat datar kapasitas 3 gross tonagge (GT) dan bermesin 170 PK yang diuji coba memiliki kecepatan 24 knot setara dengan kapal 350 PK serta hemat bahan bakar. Manuver saat berbeloknya pun bagus, laju kapal cepat.

Terkait harga lebih ekonomis dibanding kapal fiber dan kayu. Sebagai perbandingan biaya pembuatan kapal berbahan fiber 13,5 meter Rp 430 juta, kapal kayu Rp 325-350 juta, sedangkan kapal berbahan baja hanya Rp 250 juta. Direncanakan, kapal pelat datar ini akan dikembangkan lagi kapasitasnya menjadi 10 GT hingga 100 GT di Cikarang, Bekasi.

Sementara waktu pembuatan kapal berbahan baja ini lebih cepat hanya sekitar 1 bulan. Adapun kapal fiber dan kayu memakan waktu hingga 3 bulan.

Dosen Teknik Perkapalan UI Hadi Tresno Wibowo yang juga pembimbing PT Juragan Kapal menjelaskan kapal pelat datar berbahan baja ini diperuntukkan bagi nelayan dan pelayaran rakyat. “Melalui riset dan inovasi ini juga membimbing lahirnya technopreneur muda,” ujarnya. (FA)

 

Sumber: Ristekdikti 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa UI Ini Menangkan Mapres Nasional!

Mahasiswa berprestasi atau biasa disingkat MAPRES merupakan salah satu ajang pemilihan mahasiswa-mahasiswa berbakat

Close