Menyongsong MEA, Direktorat Asean-Indonesia : Identitas Bangsa Harus Kuat

Infokampus.news, Malang – Menguatkan identitas diri dalam keberagaman budaya pada tiap negara di ASEAN menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi masing-masing negara di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Mengangkat tema penguatan Identitas Asean dalam keberagaman, Brawijaya Asean Youth Conference 2016 kali ini mengundang Directorat General For Asean-Indonesia, Isman Pasha.

Penguatan Identitas ASEAN melalui Pendidikan Informal

Dalam pidato kuncinya, Isman Pasha berujar bahwa penguatan Identitas ASEAN harus lah di terapkan dalam pendidikan baik dari segi pendidikan formal maupun informal. Menurutnya, Komunitas ASEAN harus mencontoh Tiongkok yang sudah menerapkan pembentukan identitas bangsa dari segi Informal, salah satunya melalui film.

“Bila kita mengamati China, pasti kita akan menemui unsur-unsur pembentukan identitas cinta bangsa negara. Biasanya di ending film china akan muncul pengamalan seperti rakyat china yang bangga karena dia keturunan bangsa China, atau kebersyukuran berada di China sehingga muncul sebuah identitas masyarakat yang menonjol dari bangsa china,” jelas Isman Pasha saat menyampaikan pidato di gedung widyaloka UB, Kamis, 3 November 2016.

Permusyawaratan Masih Menjadi Landasan Komunitas ASEAN

Dengan datangnya komunitas ASEAN yang sudah dekat, ia juga mengapresiasi bahwa ideologi Indonesia yang tertuang dalam Pancasila sila ke-4 masih menjadi landasan kultur budaya diplomasi antar negara ASEAN saat ini. Musyawarah menurut Isman, masih di utamakan dalam menmecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul dalam keberlangsungan Masyarakat Ekonomi Asean kedepan.

Baca Juga :

“Sebenarnya kita patut senang karena ASEAN saat ini masih mengedepankan sila ke-4 Indonesia yaitu Permusyawaratan. Ini yang Indonesia harapkan, ASEAN yang berkonsep paguyuban,” paparnya dalam seminar yang diselenggarakan BEM FISIP UB tersebut.

Penulis : Ucha Julistian
Editor : Galuh Pandu

Foto : Ucha – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Ini Program Dikti Agar Dosen Tidak 'Kaget' Studi di Luar Negeri
Ini Program Dikti Agar Dosen Tidak ‘Kaget’ Studi di Luar Negeri

Sekitar 50 orang peserta beasiswa dosen dari dikti hari ini mengikuti program Pre Departure English Course (PDEC). Program yang dilakukan...

Close