Metode Praktikum, Hal Mendasar Pembeda Cara Belajar Mahasiswa AS dan Indonesia

cara belajar mahasiswa di Amerika Serikat lebih banyak menggunakan metode praktikum.

Prioritas Syamsudduha, Utusan lembaga donor USAID menyebut semua mata kuliah dituntut praktikum dalam bentuk pengenalan bidang kerja oleh gurunya mulai tahun pertama sampai tahun kelima. Saat diutus ke negeri Paman Sam, ia menemukan tidak banyak menemukan pembelajaran mahasiswa yang membebankan pada teori.

“Semua pengajaran mahasiswa dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa calon guru dengan guru pamong dan pembimbing dari universitas,” ujarnya usai menimba ilmu di kampus Michigan State University belum lama ini.

Pada awal awal, mahasiswa yang akan menjadi guru diberikan satu case study. Mereka diharuskan membedah ‘case study’ tersebut selama satu semester. Guru hanya berperan untuk menemani. Nantinya, hasil dari case study akan menjadi bahan penelitian dan menjadi langkah lanjutan untuk studi kelompok siswa.

“Setelah mereka mengajar dalam kelompok kecil siswa, mereka selanjutnya menjadi asisten guru pamong dan menjadi guru kelas penuh ketika sudah menginjak tahun kelima,” tambahnya.

Jamaluddin, selaku Koordinator Provinsi USAID Prioritas Sulsel mengungkapkan Kemenristek Dikti telah mencanangkan akan merombak Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) 2015-2017. Hal itu terkait dengan sorotan masyarakat terhadap rendahnya kualitas mutu guru yang dihasilkan LPTK.

“Untuk menjamin kualitas guru keluaran LPTK, pemerintah memang perlu mengeluarkan pengaturan baru atas standar mutu penyelenggaraan lembaga pendidikan di LPTK,” ungkapnya.

 

Sumber: Republika

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin Lolos Daftar SBMPTN 2016? 6 Hal Ini Wajib Kamu Ketahui!

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sudah di depan mata. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini para...

Close