Miris Harga Anjlok, Dosen UNISMA Ini Ajarkan Masyarakat Naikkan Nilai Jual Singkong Hingga 20%

Infokampus.news, Malang – Sejak tahun 2008, salah seorang dosen UNISMA (Universitas Islam Malang) yang juga saat ini menjabat sebagai ketua LPPM terfokus pada singkong sebagai salah satu masalah yang belum terpecahkan saat ini. Menurutnya harga jual singkong basah yang masih baru dipetik dari kebun memiliki nilai jual yang sangat rendah yang mempengaruhi kondisi ekonomi sosial masyarakat Malang.

Di sebagian wilayah ada yang sangat gemar menanam singkong namun hasil yang didapat tidak sebanding, sedangkan di area Malang raya petani malah enggan menananam singkong yang notabene merupakan salah satu alternatif pangan yang cukup menjanjikan selian beras.

“Padahal kita lihat dimana mana bahkan di hotel banyak makanan berbahan singkong. Namun faktanya, singkong itu dibeli sangat murah satu kilonya hanya 600 rupiah dari petani, satu kwintal hanya 60.000 rupiah saja. Miris saya katakan,” Ujar dia

Dosen UNISMA Ingin Singkong Jadi Lebih Bernilai, Masyarakat Makin Sejahtera

Karena UNISMA sendiri mengusung misi ketahanan pangan, ia merasa ketahanan pangan masyarakat juga bisa diwujudkan melalui optimalisasi bahan pangan berbasis singkong ini.

“Kan pangan tidak harus nasi, lalu jika singkong itu diproses sedikit saja daya jualnya bisa naik hingga 20%.”

Selain itu sumber daya masyarakat bisa banyak terserap dalam sektor ini jika proses produksi bisa meluas jika produk ini diproses dan didistribusikan secara masif.

“Maka kita ingin kerjasama juga misal kita dengan pabrik tiwul dan sebagainya, jika masif ini kan jadi merubah kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Saat ini saja saya sudah kembangakan pusat pengolahan pangan non beras masih singkong saja, harapannya nanti kedepan kami akan luaskan lagi bisa jadi tidak hanya singkong.” Tandasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Meski Verifikasi Peserta Lolos SBMPTN Padat, Camaba UM Puas Tidak Ada Kendala

Hari ini (6/7) sebanyak 2.578 orang Camaba UM memenuhi Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) untuk melakukan

Close