Mudahnya Berinteraksi di Dunia Maya, Perusahaan Malas Ikut Job Fair

Infokampus.news, Malang – Maraknya penggunaan teknologi digital di era modern ini ternyata berdampak pada penurunan kuantitas perusahaan peserta job fair. Di zaman yang serba instan berkat kehadiran internet ini, para pencari kerja dan perusahaan memilih berinteraksi di dunia maya tanpa perlu melalui tatap muka secara langsung. Bahkan mulai pendaftaran, seleksi, wawancara, tes psikologi, dan pengumuman penerimaan bisa dilakukan secara online.

“Di era teknologi online, lowongan kerja mudah dicari di internet, jadi yang bersangkutan bisa langsung mendaftar dan diterima di perusahaan,” kata Agung Sugeng Widodo, ST, PH. D, ketua pelaksana Job Fair saat ditemui Infokampus di Samantha Krida Universitas Brawijaya (Sakri UB).

Dosen Fakultas Teknik UB yang akrab disapa Agung ini memprediksi perusahaan peminat job fair terus akan menurun. Hal itu sejalan dengan penurunan perusahaan peminat job fair dalam 4 tahun terakhir khususnya di UB.

Baca Juga :

“Setiap tahun pelaksanaan job fair, jumlah perusahaan yang partisipasi berkurang. Oktober 2016 ini ada 26, Maret lalu 35, dan kedepan ini akan terus menurun,” papar Agung.

Selain dampak perkembangan teknologi, turunnya peminat ini juga disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya semakin banyak pula lembaga yang menyelenggarakan job fair. Bukan hanya kampus, sekolah, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), bahkan media-pun menggelar job fair mengingat jumlah pencari kerja juga semakin banyak.

Penulis : Galuh Pandu Larasati

Foto : Galuh : Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mengaku Profesional Kerja? Lihat Dulu Standar Ini!

Menjadi seorang professional dalam pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Seseorang harus memiliki etos kerja, kapasitas, dan kualitas yang tinggi bila...

Close