Museum Sejarah dan Budaya Unair Resmi Dibuka

Infokampus.news – Museum Sejarah dan Budaya Universitas Airlangga (Unair) secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Prof., Ir., Moch. Amin Alamsjah M.Si., Ph.D., dan Direktur Sumber Daya Manusia Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum.

Museum Sejarah dan Budaya Unair dikelola oleh Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), sebagai bagian dari pembelajaran akademik sekaligus wisata museum serta menambah daftar museum yang ada di Unair.

Diberi nama Museum Sejarah dan Budaya karena sebagai identitas sekaligus mewakili koleksi-koleksi yang ada di dalam museum yang merupakan warisan benda-benda sejarah dan budaya.

Dalam sambutanya, Prof Amin mengutip kata-kata Bung Karno ‘Jasmerah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah’. Karena di dalam sejarah, terdapat peristiwa masa lalu yang dapat diterapkan sebagai pembelajaran di masa kini.

“Peresmian Museum Sejarah dan Budaya ini mengingatkan kembali urgensi perkataan Presiden pertama RI Ir. Soekarno yaitu ‘Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah’ atau disingkat Jas Merah,” kata Prof Amin seperti dinukul dari laman Unair, Minggu (4/12/2016).

“Pembelajaran dari sejarah masa lalu salah satunya diwakili dengan keberadaan museum. Oleh karena itu harapannya, museum ini dapat menjadi media pembelajaran kita bersama untuk menjadi manusia yang lebih baik,” tambahnya.

Museum ini dibagi menjadi dua ruangan. Ruangan pertama berisi berbagai buku kuno dan arsip-arsip penting dalam penelitian sejarah. Bagian kedua berisi benda dan foto-foto lama yang merepresentasikan kegiatan sehari-hari manusia pada masa lalu, seperti proyektor kuno, keris, pedang, tombak, dan wayang.

Sebagian besar koleksi disumbangkan oleh pengelola Museum Kesehatan Surabaya dr. Haryadi Suparto secara bertahap sejak tahun 2007. Museum yang terletak bersebelahan dengan ruang Departemen Ilmu Sejarah ini memiliki total koleksi benda kuno sekira 102 buah, arsip lebih dari 200 buah, dan beberapa jurnal serta majalah lama.

Baca Juga:

Sebelumnya beberapa museum sudah lebih dulu berdiri, seperti Museum Etnografi (FISIP) dan Museum Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK).

Museum Sejarah & Budaya ini terbuka untuk umum, khususnya mahasiswa Unari sebagai media belajar alternatif selain dari perpustakaan dan ruang koleksi yang terdapat di setiap fakultas dan prodi. (FAM)

 

Sumber: Unair

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mobil Listrik Unej Siap Berkompetisi di Tingkat Asia

Mobil listrik buatan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) yang meraih juara Kompetisi Mobil Listrik Indonesia ke-8

Close