Nasionalisme dan Religius, Pentingkah Untuk Bangsa Indonesia?

Infokampus.news, Malang – Nasionalisme dan religius tidak bisa dipisahkan dari ideologi bangsa Indonesia karena nasionalisme yang kita anut berbasis pada agama dan budaya. Itulah yang disampaikan Fadli Zon dalam acara yang digelar Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang (UNMER).

“Ini yang perlu dicatat bahwa nasionalisme kita adalah nasionalisme yang berbasis pada agama dan budaya. Menurut saya bukan sekuler yang terpisah dari agama dan budaya,” ungkapnya pada para mahasiswa.

Ia mengatakan nasionalisme dan religius tidak bisa dipisahkan, karena keduanya saling terikat dan juga melengkapi satu sama lain.

“Nasionalisme dan religius tidak bisa dipisah, tapi dikaitkan. Justru di sini kita bisa menyatukan Indonesia dulu,” ujarnya.

Berangkat dari Sejarah Terbentuknya Bangsa Indonesia

Ia mengatakan keterkaitan dua hal tersebut bukanlah tanpa sebab, namun keterkaitan antara nasionalis dan religius memang sudah ada semenjak negara ini merdeka. Hal ini terlihat dari sejarah bangsa Indonesia, para tokoh agama selalu menyebut diri mereka memiliki rasa nasionalisme kebangsaan yang tinggi.

“Seperti jaman dahulu tokoh agamis menyebut diri mereka juga nasionalis, jadi ada istilahnya nasionalisme religius. Ini berlaku untuk hampir semua agama, tidak hanya Islam,” paparnya.

Ditilik dari tokoh-tokoh tersebut, tak heran jika konstitusi negara Indonesia pada ahirnya bersifat nasionalis dan religius.

“Ya gitu, dulu Indonesia dibangun dengan dua pondasi itu memang,”pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

  • Infokampus.news, Malang - Dunia kampus merupakan sasaran yang tepat dan relevan dalam pembinaan teritorial (Binter) oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Oleh karenanya, pelaksanaan Binter dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan di Uniersitas Brawijaya pada tanggal 20-21 September 2016. Seminar tersebut akan membahas, mengkaji, dan mengevaluasi pelaksanaan Binter sekaligus evaluasi produk Undang-undang yang tidak lagi relevan. "Produk undang-undang (teritorial) perlu dibahas dan dikaji ulang atau diupdate disesuaikan dengan…
  • Oleh : Dr. Ali Syafaat (Dosen FH-UB) Infokampus.news - Apa itu OMEK?, OMEK itu kependekan dari Organisasi Ektra Kampus. Kalau ada Ekstra berarti ada Intra. Organisasi Intra Kampus itu kayak EM, DPM, HMJ, dan Unitas. Lalu apa bedanya OMEK dan OIK? Bedanya sih sebetulnya hanya dari pendanaan dan pengesahan. Kalau OIK dibiayai dari anggaran negara (kampus) dan bergantung pada pengesahan birokrasi kampus. Kalau OMEK berbasis kesadaran dan kesukarelaan. Mengapa harus…
  • Pertukaran pelajar ke luar negeri kian diminati para mahasiswa. Hal ini turut dilakukan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kampus Korsel Ajak UNY Buat Mini Car

UNY patut berbangga karena diajak oleh salah satu kampus dari Korea Selatan yakni Ajou Motor College (AMC) untuk membuat mini...

Close