Negara Agraris Tapi Beras Masih Impor? Ini Sebabnya

Infokampus.news, Malang – Perspektif bangsa kita yang berbeda dengan bangsa lain dinilai cukup membuat pengaruh yang signifikan terhadap kondisi dan perkembangan tanah air kita tercinta ini. Banyak hal yang harus dirubah, terutama cara kita memandang sesuatu yang terjadi pada masa lampau di negara kita. Bangsa kita harus berkaca pada sejarah masa lalu yang benar agar ke depannya, masyarakat dan para tokoh bangsa dapat belajar untuk tidak mengulangi kesalahan di masa yang akan datang.

Itulah hal yang disampaikan Dr. Linda Sunarti M.Hum, dosen sejarah Universitas Indonesia Pada seminar nasional di kampus universitas negeri malang beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

“Kita ini bangsa yang kuat harus belajar banyak dari sejarah bangsa kita, namun yang paling penting kita harus mengubah perspektif kita. Contohnya pandangan kolonialisme barat dan Indonesia sudah berbeda, apalagi behavior kita terhadap penjajahan dan sejarah kita juga sudah berbeda persepektifnya,” tukasnya.

Tren Yang Berkembang Makin Buruk

Dengan adanya sikap kita yang berbeda terhadap penjajahan di Indonesia selama berabad lamanya itu menjadi bumerang tersendiri. Pasalnya, masyarakat terlalu terbuai dengan harga mahal komoditas pertanian, sehingga komoditas perdagangan dikesampingkan dan cenderung diberikan pada masyarakat etnis cina.

“Jaman itu memang cenderung memberikan kesempatan berdagang pada orang cina, pribumi cenderung menjadi petani dan senang karena bertani pada masa itu dianggap prestisius. Jadinya hingga sekarang banyak orang cina yang berdagang, tapi masyarakat kita tidak konsisten pada bidang pertanian. Ahirnya jadi berbalik arah sekarang kita hasil pertanian saja impor, mau ambil komoditi perdagangan ya sudah kalah kuat dengan sistem ekonomi orang cina,” pungkasnya.

Penulis : Irma Puspita

Foto : Irma – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
website anti-korupsi pertama di dunia
UGM Kembangkan Website Anti-Korupsi Pertama di Dunia

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan website www.cegahkorupsi.wg.ugm.ac.id, sebagai website antikorupsi pertama di dunia.

Close