Ngeri! Era Ekonomi Digital Perusahaan Kelas Kakap Mulai Panik, Kamu Siap Kuasai Pasar?

Infokampus.news, Malang – Era ekonomi digital memang tidak bisa dipungkiri turut memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci menghadapi era ekonomi digital yang tidak mampu lagi dibendung ini.
Dalam acara seminar Kesiapan Profesi lulusan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) Hadapi Fintech Dalam Memasuki Ekonomi Digital, rektor Unisma menyentil banyaknya perusahaan kelas kakap yang kalang kabut saat ini.
“Banyak perusahaan kelas besar kalau tidak siap akan tergulung dengan perusahaan kecil yang berbasis digital. Contohnya gojek, sudah berapa perusahaan besar yang dibuat kalang kabut?” Terang Prof. Dr. Maskuri saat membuka acara ini.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA, Nur Diana SE, MSi juga membenarkan hal tersebut. Kemajuan teknologi harus dikuasai juga dalam bidang akuntansi dan perbankan syariah. “Inovasi menjadi hal yang harus menjadi perhatian khusus menghadapi perubahan yang terus terjadi. Kita memiliki komitmen besar dalam mengeksekusi kemajuan berbasis digital, dengan membangun kapasitas intelektual organisasi dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, berbagi informasi, menyiapkan infrastruktur dan berpikir inovatif.” Tukasnya.
Nur Diana, mengatakan di masa mendatang, manusia dan mesin akan bersaing, terutama dalam lingkup ekonomi. Oleh karena, itu penguasaan teknologi menjadi kunci dalam persaingan ekonomi dunia saat ini bagi ekonomi nasional dan hal ini tidak bisa ditawar lagi.
Dalam acara yang diikuti sekitar 700 peserta dari kalangan mahasiswa ini, Trisna nataliansyah Regional retail banking manager regional V Jawa Bank Syariah Mandiri memaparkan data-data dan juga peluanvmg serta tantangan bank syariah kedepan.
“Sekarang pengguna social media aktif itu 120juta orang, selain itu masyarakat kita juga 80% muslim. Peluang kita masih sangat besar, namun kita juga harus terus mengikuti perkembangan digital.” Paparnya.
Belajar dari gojek dan banyak perusahaan lain, mahasiswa harus mulai berpikir untuk melakukan inovasi dan membobol batasan batasan lama untuk berjaya di masa depan.  Karena kalau bukan sekarang kapan lagi? Kalau bukan kita siapa lagi? (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Lagi-Lagi Kampus Ini Luluskan Hampir Seluruh Wisudawan dengan Status Sudah Bekerja, Ini Jawab Rektornya

Hari ini (24/5) sekitar 700 wisudawan dan para pendamping wisudawan memadati aula Universitas Gajayana Malang (Uniga Malang). Meskipun terlihat sama,...

Close