Ngeri! Mayoritas Muslim Tapi Daging di Pasaran Tidak 100% Halal, UIN Maliki Malang Inisiatif Ini

Infokampus.news, Malang – Mayoritas muslim di Indonesia mencapai angka 85% dari jumlah populasi total masyarakat yang jumlahnya ratusan juta jiwa. Namun hal ini lantas tidak menjadikan daging maupun makanan olahan berbahan daging bisa dikategorikan sebagai makanan halal dan toyyib.
Contohnya saja penjual ayam di pasar, banyak masyarakat yang padahal mayoritas muslim tidak bisa membedakan antara ayam yang dipotong secara syar’i maupun tidak karena terkadang kepalanya saja sudah tidak ada saat dijual. Namun konsumen muslim masih saja membelinya lantaran tidak ada pilihan lain atau masyarakat sering menyepelekan hal ini karena dengan membaca basmalah (doa) saja sebelum makan, makanan bisa menjadi baik untuk dikonsumsi.
“Menyepelekan yang sebenarnya masih bisa kita kaji lebih dalam begitu. Padahal ayam atau hewan apapun yang disembelih dengan cara tidak syar’i akan menimbulkan berbagai penyakit di dalam tubuh kita. Makanya sekarang cenderung banyak penyakit, bisa jadi salah satunya karena ini.” Tukas Dr. Harini, Dekan Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang).
Untuk itu pihaknya mensosialisasikan penyembelihan dan juga proses produksi makanan halal yang digelar pagi ini (5/11). Selain sosialisasi pihaknya juga berharap segera ada titik temu untuk mencapai standar yang sama pada klasifikasi daging maupun olahan daging yang bisa disertifikasi halal dan toyyib.
“Seperti salah satu cafe di Malang ini positif, tapi setelah dibawa ke perguruan tinggi ternyata negatif. Ini standarnya masih digodok lagi oleh pihak-pihak terkait. Nah selain itu UIN juga punya tim sendiri ada 2; Lembaga Pengkajian Halal (LPH) ini yang melakukan pengujian terhadap makanan, dan Halal Center untuk yang bergerak ke masyarakat mengedukasi tentang halal dan toyyib ini.” Paparnya lagi.
Untuk menjaga kwalitas daging dan olahannya di pasaran, nantinya pihaknya juga ingin setiap pedagang bisa memiliki sertifikat halal agar masyarakat lebih diyakinkan lagi dalam membeli produk. “Ya untuk sertifikasi ini masih ada pengkajian dulu karena belum ada standar tadi. Tapi kedepan kami ingin nanti pedagang kecil maupun besar bisa memiliki sertifikasi ini dengan harga seterjangkau mungkin, sehingga trust masyarakat ini lebih tinggi saat membeli. Bahkan ada pedagang yang awalnya biasa saja kedainya, lalu ramai setelah  punya sertifikat halal. Nah seperti ini yang kita harapkan. Masyarakat lebih sehat dan juga lebih jeli dengan apa yang dikonsumsi,” tutupnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Belajar Dari Asean Games, Imam Nahrowi Sebut Prestasi Bisa Jadi Ibadah

Kesuksesan Asean Games memang membuat bangga semua pihak, tak terkecuali Dr. Imam Nahrowi S.Ag., M.KP., Menteri pemuda dan olahraga RI....

Close