Tentukan Awal Ramadan, Observatorium Bosccha milik ITB Lakukan Pemantauan Hilal

Infokampus.newsSebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha milik ITB melaksanakan kegiatan pengamatan bulan untuk menentukan penentuan awal Ramadan. Kini pemantauan hilal telah dilakukan, baik di Bosscha Lembang, maupun Observatorium Kupang. Bulan sabit yang diamati pada tanggal 15 Mei 2018 merupakan penanda beralihnya bulan Sya’ban ke bulan Ramadan dalam kalender Hijriyah 1439 H.

Hilal adalah terlihatnya fase pertama bulan yang biasanya tampak dalam bentuk bulan sabit. Namun bulan sabit juga menjadi penanda fase akhir bulan. Untuk membedakan penanda awal bulan dan akhir bulan, perlu sebuah fenomena lain untuk dimasukkan dalam pengamatan hilal. Fenomena tersebut dikatakan sebagai konjungsi.

Dilansir melalui web resmi ITB, “Yang disebut penentu hilal atau tanda penentu masuknya bulan baru itu, pertama harus terjadi konjungsi dan yang kedua harus bisa diamati setelah matahari terbenam, artinya ya konjungsi harus terjadi sebelum matahari terbenam. Kalau purnama yang terlihat 10.000 bagian, kalau sekarang yang terlihat cuma 17 bagian saja dari 10.000 itu saat konjungsi,” ujar peneliti Bosscha, Agus Triono.

Agus menjelaskan bahwa beberapa hal dapat menghambat pengamatan hilal. Faktor alam menjadi yang paling krusial dalam pengamatan. “secara umum yang paling besar cuaca pasti. Syarat pertama (hilal) diamati setelah matahari terbenam. Masalahnya adalah, ketika matahari terbenam, di horizon itu banyak awan, lalu di sini cerah tapi di horizon banyak awan, peletakan bulan ada di horizon. Kendala kedua adalah konfigurasi bulan relatif terhadap matahari. Jadi walaupun cerah tetapi bulan berdekatan dengan matahari, jadi pandangan kita silau karena cahaya matahari,” ia menambahkan.

Perlu Sobat FoKus ketahui, Observatorium Bosscha adalah salah satu observatorium penting di belahan bumi selatan. Dibangun oleh NISV (Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging) atau Perhimpunan Bintang Hindia-Belanda. Dengan berdirinya ITB pada tahun 1959, observatorium ini menjadi bagian dari ITB.

Di Indonesia terdapat 95 titik pemantauan lain yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, nah Bosccha menjadi salah satu titik tersebut. Melalui simulasi yang telah dilakukan oleh tim observatorium Bosscha, dan dari pengamatan yang dilakukan, pada hari Selasa lalu (15/5) konjungsi baru terlihat pada sekitar pukul 18.47 WIB. (jul)

Berita Terkait

  • Kampus yang terkenal akan teknik pertambangan dan perminyakannya ini tak pernah absen dari jajaran peringkat atas lho. Berapa sih peringkat ITB sekarang?
  • Infokampus.news - Dua presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno dan BJ Habibie, menyelesaikan salah satu jenjang pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kampus berbasis teknologi terbaik di Indonesia ini rupanya sangat digemari oleh para calon mahasiswa baru. Tahun 2017 lalu, ITB berhasil meraih peringkat kedua versi kelembagaan Ristekdikti. Tak heran jika banyak siswa-siswi yang bermimpi untuk melanjutkan kuliah di UGM. Nah, Sobat FoKus yang ingin berkuliah di ITB, simak data yang…
  • Infokampus.news - Di perayaan ke-15 sejak berdiri di tahun 2001, HISAS kali ini memberi kesempatan bagi empat tim mahasiswa ITB untuk berangkat ke Jepang. HISAS (Hokkaido Indonesia Student Association Science Meeting) ini sendiri merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Hokkaido (PPI Hokkaido) Jepang. Keempat tim perwakilan ITB yang lolos seleksi tersebut yakni tim Karin Fadilla Agustin (Manajemen, 2015) dengan anggota Komalasari Dewi (Matematika, 2015) dan Handayani Hadiyat…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
gema ramadhan teknik ftub
Ajak Berlomba-lomba dalam Kebaikan, FTUB Gelar Gema Ramadhan Teknik

Infokampus.news - Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengadakan serangkaian acara untuk memeriahkan Bulan Suci Ramadhan 1439 H / 2018

Close