Para Dosen UNIDHA Ini Ajak Masyarakat Gunakan Pelapis Tempe Agar Tahan Lebih Lama

Infokampus.news, Malang – Menggunakan pelapis tempe dalam proses produksi tempe merupakan hal baru yang dilakukan oleh masyarakat di desa Klanggan kecamatan Pakisaji, kabupaten Malang. Cara inipun baru diperkenalkan oleh tiga dosen Universitas Wisnuwardhana Malang yakni Sunyoto S.T. M.T, Drs. Hb. Sujiantoro S.H., M.H., Yosta Yoserizal S.TP, M.MT., baru beberapa waktu yang lalu.

“Kalau cara mereka sebelumnya saat proses produksi hanya di biarkan saja di ruang terbuka pasti ada debu bahkan bakteri bisa masuk, ahirnya tempe tidak tahan lama. Sedangkan kalau menggunakan plastik itu hasilnya akan berbeda lebih tahan lama bentuknya juga lebih variatif juga.” Tukas Sunyoto pada tim infokampus.news.

Selain itu menurutnya dengan plastik pelapis tempe ini masyarakat juga akan lebih tertarik untuk membeli. Hal ini dikarekanan faktor kebersihannya dan juga kwalitasnya yang lebih terjaga.

“Orang kalau berjualan kan yang penting kwalitas baik, lalu konsumen tentu bisa menilai kalau di bungkus rapi akan lebih terjaga kwalitasnya, selain tentunya mereka menilai dari segi rasa.” Tambah dia.

Gunakan Pelapis Tempe Untuk Menjaga Kebersihan, Para Dosen UNIDHA Ini Juga Berikan Bantuan Pada Para Pengrajin

Selain membuka wawasan masyarakat tentang penggunaan plastik dalam proses produksi pihaknya juga menyebutkan telah memberikan bantuan. Bantuan tersebut berupa alat pengupas kulit kedelai agar produksi di desa tersebut lebih cepat dan efisien.

“Kalau manual 2 jam belum selesai, tapi kalau pakai alat ini 30 menit saja sudah selesai. Diharapkan ini membantu mereka dalam proses produksi,” tuturnya.

Pihaknya mengaku sangat concern dengan perkembangan perajin tempe di Kepanjen ini karena mereka yakin masa depan usaha tempe akan sangat baik. Namun, ternyata hingga saat ini para perajin tempe ini belum memanfaatkan usaha ini dengan maksimal.

“Saya melihat disana ada banyak pengrajin tempe, kalau melihat peluang tempe besar siapa sih yang tidak suka tempe ini sudah seperti komoditas utama masyarakat. Tapi khususnya disini belum ada perkembangan usaha yang signifikan dari masyarakatnya,” Tandasnya.

Ia berharap dengan adanya pendampingan ini kelompok perajin tempe binaannya bisa menjadikan produksi tempe sebagai mata pencaharian usaha dengan cakupan omzet besar dan pemasaran yang luas. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gelar Acara Transfoodmation 2017, AKAFARMA PIM Serukan Inovasi Bahan Pangan Lokal Khas Indonesia

Infokampus.news, Malang - AKAFARMA Putra Indonesia menggelar Workshop Foodgenic dan seleksi Karya Inovasi Pangan Transfoodmation 2017.

Close