Para Profesor UNAIR Sikapi Soal Kebijakan Pemerintah dan Freeport

Infokampus.news – Para Sivitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR) sikapi soal kebijakan pemerintah dan freeport, salah satunya dengan menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas PP No. 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sikap dukungan para sivitas akademika diwujudkan dalam bentuk tandatangan di spanduk yang berisi pesan “Freeport untuk Kemakmuran Rakyat Indonesia. Bukan untuk Rakyat Asing!” yang dipasang di acara Pengukuhan Mahasiswa Baru Program Doktor, Magister, Spesialis, dan Profesi”, di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR, baru baru in.

Dalam menyikapi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu, terlihat Rektor UNAIR beserta jajaran pimpinan, guru besar, karyawan, mahasiswa, dan alumni turut membubuhkan tanda tangan dalam spanduk tersebut. Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang juga alumnus program studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNAIR turut hadir dan memberikan sikap terhadap kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Gus Ipul : Membuka Kesempatan Berprestasi Dengan Kemajuan Teknologi

Selain keduanya, tampak Ketua Senat Akademik UNAIR Prof. Dr. Mochammad Amin, dr., Sp.P (K), Rektor UNAIR 2001-2006 Prof. Dr. Med. Puruhito, dr., Sp.B, turut memberikan tanda tangan dalam spanduk tersebut.

Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak., ketika diwawancarai mengatakan, pernyataan sikap ini merupakan langkah konkret untuk mendukung kebijakan pemerintah terhadap perusahaan tambang.

“Ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap ketidakadilan internasional terhadap Indonesia khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam,” tuturnya dilansir dari laman UNAIR.

Nasih melanjutkan, di Indonesia masih terjadi disparitas secara ekonomi. Buktinya, Badan Pusat Statistik melansir kesenjangan ekonomi di Indonesia masih berada di angka 0,39 berdasarkan Indeks Gini. Apabila sumber daya alam di Indonesia dikelola secara berkeadilan, bukan tak mungkin kemakmuran rakyat segera tercapai.

Baca Juga :  Menristekdikti Tinjau Progres Pesawat N219

“Langkah pemerintah terhadap pengambilan aset Freeport itu merupakan salah satu agenda yang harus dilakukan oleh negara dalam menyelamatkan bumi, air, dan kekayaan alam,” tegasnya sambil mengutip pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar RI tahun 1945.

Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR Drs. Suko Widodo, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya akan membawa dukungan sikap sivitas akademika ke pemerintah pusat dan disebarkan kepada publik. Menurut Suko, sikap ketegasan pemerintah semacam ini membutuhkan dukungan luas dari semua pihak. (FAM)

 

Sumber: UNAIR

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terima 2.345 Mahasiswa Tahun Lalu,Ini Daya Tampung Universitas Jember pada SNMPTN 2017!

Universitas Jember (disingkat UNEJ atau UJ) adalah sebuah perguruan tinggi negeri terbesar di bagian timur Provinsi Jawa Timur

Close