Pekan Simposium dan Expo Fakultas Teknik Pertanian

Infokampus.news, Malang – FTP Universitas Brawijaya mengadakan kegiatan Simposium dan Expo Teknologi Pertanian Karya Anak Bangsa. Kegiatan ini merupakan acara tahunan Fakultas Teknologi Pertanian, dengan tujuan untuk menyalurkan teknologi dan hasil penemuan sekaligus mewadahi mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian untuk mengenalkan hasil karyanya kepada publik.

Melalui Simposium dan Expo ini Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya mewadahi mahasiswa untuk dapat menambah relasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga instansi besar hingga kancah nasional. Hadir pula beberapa Perguruan Tinggi seperti UI, IPB, ITB dan masih banyak lagi yang turut mengikuti Simposium dan Expo.

Linda Novitasari selaku ketua pelaksana Simposium dan Expo Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya mengungkapkan jika kegiatan tahunan ini merupakan upaya dari Fakultas untuk memperkenalkan hasil temuan baik dari mahasiswa dan dosen kepada masyarakat maupun instansi diluar Universitas Brawijaya.

“Target utama kami untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan teknologi ataupun penemuan dari mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

“Disini kami memberikan wadah bagi teman-teman untuk mempublikasikan dan membangun relasi dengan pihak luar Fakultas Teknik Pertanian,” tambahnya.

Cle-Fox, Temuan Terbaru Untuk Limbah Daun Cengkeh

Lebih dari 50 stan yang meramaikan Simposium dan Expo Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya, Cle-Fox adalah salah satu stan yang menarik minat pengunjunga. Cle-Fox sendiri adalah Clove Leaves Extract for Antioxidant, team yang beranggotakan Zahwa Aisah beserta tim mengangkat extract daun cengkeh untuk dijadikan bahan presentasi.

“Pada awalnya daun cengkeh lebih banyak dijadikan limbah, namun melalui proses dapat diambil extract daun cengkehnya. Belum banyak diketahui jika extract daun cengkeh memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi,” ungkap salah satu tim Cle-Fox.

“Daun cengkeh jika didestilasi dapat diaplikasikan pada minyak goreng, dengan begitu minyak goreng dapat menjadi lebih sehat dan aman bagi tubuh,” tambahnya.

“Antioksidan tidak boleh ditambahkan terlalu banyak pada makanan, sudah ada takarannya dan kami menggunakan perbandingan takaran yang tepat untuk pengaplikasian pada minya goreng,” paparnya.

“Dapat kami pastikan, walaupun ini extract cengkeh namun tidak akan menimbulkan aroma cengkeh sama sekali,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Dibalik Tes SBMPTN : Disetiap Usaha Anak, Ada Doa dan Dukungan Orang Tua

Infokampus.news, Malang - Seperti banyak pepatah bilang, kunci kesuksesan seorang anak tidak lah lepas dari doa dan dukungan orang tua

Close