Pemerintah Menyayangkan Kebijakan Mengenai Seleksi Mandiri

Infokampus.news – Kebijakan mengenai seleksi mandiri sepertinya tidak berjalan dengan sama pada setiap PTN. Sebelumnya pemerintah meminta tidak perlu lagi menggunakan ujian tulis untuk seleksi mandiri 2017, kampus cukup melihat dari skor ujian tulis pada tahap SBMPTN.

Pada seminar pendidikan yang diselenggarakan BTA (Bimbingan Tes Alumni) Group di Jakarta Minggu (19/2) lalu. Menurut Direktur BTA Group Hasanatan Manullang, sebaiknya calon mahasiswa berfokus belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SBMPTN. Memang ada regulasi baru terkait ujian mandiri sehingga ada beberapa kampus yang tidak lagi membuka jalur mandiri.
Kampus yang tidak lagi membuka jalur mandiri untuk program sarjana (S-1) adalah Universitas Indonesia (UI). Sementara itu, seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro masih tetap melaksanakan ujian tulis untuk jalur mandiri.

Intan Ahmad sebagai Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, menjelaskan permintaan supaya seleksi mandiri menggunakan nilai SBMPTN sudah ada dalam Permenristekdikti 126/2016 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru. Dalam pasal 12 ayat 2 dinyatakan, seleksi mandiri di PTN masing – masing menggunakan atau memanfaatkan hasil SBMPTN.

Karena dengan menggunakan nilai SBMPTN dan tidak melakukan ujian tulis lagi, maka akan lebih efisien dan memudahkan bagi calon mahasiswa sendiri. Dengan begitu kampus masih diperbolehkan melakukan ujian tulis untuk seleksi mandiri.

Dan untuk dibeberapa PTN yang memiliki kebijakan yang tidak sama dalam seleksi ujian masuk itu tergantung pada setiap PTN itu sendiri. Karena dengan masih diberlakukannya seleksi secara mandiri itu memberikan kesempatan terakhir bagi setiap calon mahasiswa. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peduli Bencana, Sekjen Fkmpi Turunkan Sk Penggalangan Dana

BEM Politeknik Negeri Malang mengadakan aksi solidaritas berupa penggalangan dana bagi bencana banjir di Indonesia

Close