Pemuda Papua Sukses Selesaikan Masa Studi di Negeri Pontianak

Infokampus.news –  Anton Makson Waramuy pemuda asal asal Manokwari bertubuh kecil, bukanlah hal asing bagi para mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak. Kelincahan, keakraban dan supel selalu tersenyum bila bertemu setiap orang, tidak terkecuali para dosen maupun pejabat di Politeknik Negeri Pontianak.

“Memilih pendidikan ke Politeknik Negeri Pontianak merupakan pilihan utama bagi saya dalam melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujar Anton Makson Waramuy salah satu pemuda asal Kampung Saky Makmur Kabupaten Manokwari Papua Barat
Anton Makson Waramuy merupakan anak pasangan dari Alfius Waramui dan Dorsila Kasi, sudah menyelesaikan studi D3 pada Program Studi Administrasi Bisnis yang diwisuda pada tanggal 11 September 2019 yang lalu. Anton Makson Waramuy merupakan salah satu pemuda Papua yang mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah melalui Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi yaitu dalam program ADIK.
Dia mengungkapkan, awal masuk di Politeknik Negeri Pontianak yang berkesan salah satunya adalah bawah semua mahasiswa menggunakan bahasa Melayu dan saya mengerti sedikit, namun belum bisa berbicara bahasa Melayu. Saya membutuhkan satu bulan baru bisa menggunakan bahasa Melayu. Teman-teman di Politeknik Negeri Pontianak sangat ramah dan saya senang dapat dengan mudah beradaptasi dan berkomunikasi.
Anton juga mengungkapkan bahwa dalam menjalankan perkuliah, pilihan saya sangat tepat karena saya langsung mendapatkan ilmu praktek kerja. Jadi pengalaman praktek kerja inilah yang membantu saya mendapat pengalaman.
Alasan memilih Program Studi Administrasi Bisnis, karena dapat mengembangkan minat dalam berbisnis. Selama ini, banyak pemuda Papua cendrung memilih jurusan Politik, Hukum sementara bidang bisnis masih sangat kurang. Jadi saya beruntung dapat memilih program bisnis, karena mendapatkan ilmu praktek tentang bisnis, ungkapnya. Inilah yang salah satu yang membuka pikiran dan wawasan saya terutama dalam hal bisnis.
Pemuda asal Papua ini juga aktif dalam bidang olahraga, terutama Sepakbola. Beberapa kegiatan seringkali diikutinya baik mewakili Politeknik Negeri Pontianak baik tingkat nasional, daerah maupun antar kelompok masyarakat.
Anton yang juga aktif di UKM Kerohanian ini, berpesan kepada adik-adiknya yang masih melanjutkan kuliah di Politeknik Negeri Pontianan untuk menyesuaikan diri “dimana bumi perpijak disitu bumi dijunjung”, ungkapnya.  Kalau kita di tempat orang harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya, ungkap Anton. Dia meminta adik-adiknya harus dapat bergaul dengan rekan-rekan lainnya.
Kita punya impian dalam melanjutkan pendidikan, makanya saya meminta adik-adik asal Papua terus bersemangat dan jangan menyerah dalam melaksanakan pendidikan, sehingga apa yang kita inginkan akan terwujud. Kuliah jangan malas, kerjakan tugas-tugas dengan baik, pesannya.
Anton juga berharap kepada pemerintah daerah khususnya pemerintah Kabupaten Manokwari Papua Barat untuk terus memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang kuliah khususnya di Politeknik Negeri Pontianak. Ke depan Anton meminta pemerintah daerah dapat meningkatkan bantuan bagi adik-adik asal Papua yang melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak.
Anton juga meminta pemerintah Kabupaten Manokwari Papua Barat dapat membangun asrama mahasiswa di Pontianak, karena beberapa daerah di pulau jawa ada asrama. Mahasiswa asal Papua di Pontianak sudah sangat banyak, ungkapnya. Dia juga berpesan kepada pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti tetap mempertahankan program ADIK, kalau perlu ditingkatkan jumlahnya karena sangat membantu pemuda Papua khususnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Selama mengikuti pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak, Anton memperoleh kesan yang sangat berharga selama mengikuti pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak, yaitu pertama mendapatkan praktek bagaimana bekerja, karena mengajarkan saya dalam dunia kerja atau praktek kerja.
Selain itu, mendidik saya menjadi disiplin dan rajin. Politeknik Negeri Pontianak menurut saya The Best karena sudah diakui dunia dan dia mencontohkan selama kuliah beberapa mahasiswa asal Perancis ikut magang di Politeknik Negeri Pontianak. Saya termasuk salah satu mahasiswa yang ikut mendampingi para mahasiswa asal Perancis yang magang di Politeknik Negeri Pontianak, ungkap Anton dengan bangga.
Ia meminta pemerintah daerah Kabupaten Manokwari lakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Pontianak untuk pengembangan SDM pemuda Papua. Pendidikan Politeknik Negeri Pontianak lulusannya sudah memiliki keterampilan dan siap kerja.
Saya bangga kuliah di Politeknik Negeri Pontianak, karena dapat mengubah pola pikir dan tak kalah pentingnya mengajarkan saya dalam dunia kerja nyata. Menurutnya Visi dan Misi Politeknik Negeri Pontianak tahun 2020 sesungguhnya sudah terwujud dan salah satunya adalah pengakuan dunia pendidikan luar negeri dengan mengirim para mahasiswanya untuk magang di Polnep, ungkap Anton.
Menanggapi persoalan yang akhir-akhir ini terjadi pada mahasiswa Papua di pulau jawa maupun gejolak di Papua sendiri, Anton berpesan bahwa kita dikirim melanjutkan pendidikan di luar Papua adalah untuk meningkatkan kualitas SDM. Kalau pun ada persoalan hendaknya diselesaikan dengan cara-cara baik dan hindari perilaku anarkis dalam penyelesaian persoalan. Jangan mudah terpancing isu-isu yang negatif, karena akan merugikan kita dan pemerintah Papua khususnya. Dia juga sependapat ada pemuda Papua yang melakukan demo, tapi dia juga menghimbau dan meminta teman-teman tidak melakukan demo yang anarkis, ujarnya.
Menyinggung kejadian di Manokwari, Anton Makson Waramuy meminta masyarakat untuk tidak melakukan demontrasi yang anarkis, apa lagi sampai ada korban jiwa, merusak fasilitas umum, rumah tinggal, toko. Anton meminta pemerintah daerah cepat atasinya, karena pemimpin daerahlah yang tepat menyelesaikan persoalan daerah. Dia juga meminta masyarakat di Papua jangan terprovokasi oleh orang-orang yang tidak menginginkan Papua maju dan berkembang.
Di akhir wawancara, Anton Makson Waramuy mengajak generasi muda Papua untuk mengikuti jejaknya melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak. Anton Makson Warmuy saat ini sudah diusulkan rekrutmen Forum Human Capital (FHCI) kerjasama dengan Kemenristekdikti dan BUMN. Dia juga berharap dapat bekerja di salah satu BUMN di Indonesia. (Hum/Edt)
Baca Juga :  UM Buka Kuota SNMPTN 2021 Sebanyak 1.965 Mahasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *