Pendidikan Bela Negara Kekinian? Para Dosen UNIDHA Ini Coba Berikan Solusinya!

Infokampus.news, Malang – Memberikan pendidikan bela negara dengan versi lama nampaknya sudah tidak mempan lagi untuk dilakukan pada anak muda. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang semakin pesat, maka pendidikan bela negara juga perlu untuk terus dikembangkan.

“Selain itu sekarang kan isu perpecahan, sara hoax, hate speech itu makin meluas dan yang diserang ini anak muda.” Ungkap Evi Damayanti salah satu anggota kelompok penelitian.

Untuk itulah Mudji Rahayu, Evi Damayanti, dan Marsudi Dedi mencoba untuk mereaktualisasikan konsep lama pendidikan bela negara dengan konsep yang baru. Pihaknya merombak penyajian konten dan juga media dalam pembelajaran bela negara ini yang memanfaatkan teknologi dan media sosial yang sangat digandrungi pemuda.

“Konsep baru gitu, seperti kami akan buat film pendek di Youtube, dan beberapa akun socmed ada kami sudah bikin. Lalu kami masih rancang treatment-treatment yang sesuai untuk lebih menjangkau anak muda.” Tukasnya. Saat ini pihaknya sudah mulai membuat beberapa akun social media seperti instagram dan youtube sebagai penyebaran pembelajaran ini.

Meskipun sekarang proses pengerjaan masih berjalan kurang lebih 30% namun pihaknya sudah membuat beberapa agenda jika pengerjaan ini usai. “Nantinya kami akan memberikan sosialisasi pendidikan bela negara kekinian ini pada semua kalangan. Kalau anak muda melalui media sosial ini kan, nah kalau untuk kalangan orang yang dewasa dan tua ya kami lakukan sosialisasi langsung.” (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Kembangkan Sistem Penjaminan Mutu Akademik, Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Kunjungi FISIP UB

Sebanyak 4 orang perwakilan dari Universitas Pancasila datang ke ruang sidang gedung A, lantai 6 FISIP UB pada pukul 09.00...

Close