Pengelola Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang Jadi Guru Besar UM

INFOKAMPUS.NEWS – Prof. Dr. Sri Rachmajanti, Dip.TESL, M.Pd dikukuhkan mejadi Guru Besar UM Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Inggris, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) tepat pada tanggal 18 Februari 2020.

Dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang  ini menyampaikan Disertasinya yang berjudul “Membaca Kritis dengan Strategi Lingkar Literasi Bagi Siswa Sekolah Dasar dalam Konteks CLIL”.

Ia menjelaskan bahwa membaca kritis dengan strategi lingkar literasi untuk siswa Sekolah Dasar ini diberikan dalam konteks CLIL yaitu Content Language Integrated Learning.

“Jadi belajar Bahasa akan lebih cepat kalau siswa itu mempelajari suatu pelajaran melalui bahasa tersebut. Contoh yang pernah diterapkan adalah metode belajar bilingual. Metode ini akan berhasil jika kemampuan Bahasa Inggris anak sudah mumpuni. Karena nanti dalam diskusi akan menggunakan Bahasa Inggris,” jelasnya.

Guru Besar UM ini terinspirasi oleh  pengalaman pribadinya selama berkecimpung cukup lama (sejak tahun 2007 sampai sekarang) dalam mengelola Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang, utamanya kelas-kelas yang mengimplementasikan kurikulum ganda, yaitu sinergi kurikulum nasional dan kurikulum internasional untuk mata pelajaran English, Mathematics dan Science, serta memanfaatkan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris melalui mata pelajaran konten atau yang lebih lazim disebut pembelajaran lintas kurikulum (Content Language Integrated Learning, disingkat CLIL).

Membaca merupakan salah satu literasi dasar yang perlu ditingkatkan dan dilestarikan serta dijadikan pembiasaaan sejak siswa sekolah dasar. Dimana pada tahun 2016 pemerintah meluncurkan program nasional “Gerakan Literasi Sekolah (sekarang GLN) dengan tiga tahapan: Tahap Pembiasaaan, Tahap Pengembangan dan Tahap Pembelajaran (Gerakan Literasi Sekolah, 2016).

Menurutnya, selain membaca, anak akan diarahkan untuk kritis sehingga mereka bisa mempertimbangkan, mengevaluasi, dan mengkritisi.

Di beberapa negara maju sendiri, strategi lingkar literasi ini sudah diterapkan sejak lama. Ada dua metode untuk Sekolah Dasar yaitu dengan mencatat dan memakai kartu peran. Ada 4 kartu peran yakni kartu membaca, mencari kata” sukar, lalu dicari sinonimnya, dan terjemahannya. Siswa SD harus bertanya pada diri sendiri, apakah ini hipotesa atau evaluasi.

Dalam Pidato Ilmiahnya, Profesor UM ini juga menyampaikan bahwa SLL ini telah didiseminasikan melalui lokakarya (Workshop) kepada guru-guru Bahasa Inggris Sekolah Dasar di Jawa Timur yang bertempat di SD Laboratorium Universitas Negeri Malang pada bulan Agustus 2019.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh OECD, anak-anak Internasional terutama SMP, harus diuji secara internasional terutama  dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.

“Dari 79 negara yang ada, selama ini Indonesia selalu masuk dalam rangking 3/4 dari bawah. Jadi literasi dasarnya masih sangat kurang. Kesulitannya, kita sebagai gurunya mengamati mana yang termasuk siswa yang high achiever dan low achiever. Pada waktu mereka bekerja berkelompok dengan 4 peran itu,gurunya harus memperhatikan.

“Kelompok ini harus heterogen bukan homogen (1 kelompok ada 4 anak). Mereka harus bekerja sendirian dulu untuk menemukan kartu perannya, lalu baru bisa berkelompok. Ada anak yang pasif, ada yang dominan, tapi mereka belajar bersama. Jika diterapkan di kelas regular, harus menggunakan konteks CLIL, Program ini lebih fokus ke SD karena SD lebih lama proses pembelajarannya.” pungkasnya.(Rls/Arn/Nad/Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *