Penggiat Anti Narkoba Kota Malang Harus Berkarakter Kuat Dan Baik

Infokampus.news, Malang – Stigma negatif yang melekat pada penggiat anti narkoba seperti sebagian anggotanya adalah mantan pengguna narkoba, kumpulan anggota ormas yang berlambang sangar dan berbadan kekar, serta lingkungan kerja yang keras dan sulit membuat orang awam enggan menjadi penggiat anti narkoba yang digalakkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Maulina Pia Wulandari, Ph.D yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya merubah stigma negatif tersebut kepada 20 peserta kegiatan “Pelatihan Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN (TOT) di Lingkungan Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang di Hotel Getz pada Rabu 25 April 2018.

Maulina Pia Wulandari
Maulina Pia Wulandari, Ph.D saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pelatihan Penggiat Anti Narkoba Bidang P4GN (TOT) di Lingkungan Masyarakat

Pia, yang juga dikenal sebagai pengamat komunikasi politik dari UB dan praktisi Public Relations, menjelaskan kepada para peserta bahwa menjadi seorang penggiat anti narkoba merupakan pekerjaan yang mulia, pekerjaan yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan orang lain di lingkungan sekitarnya. “Penggiat anti narkoba itu seorang role model, relawan, agen perubahan dan pahlawan!”, tegasnya. Seorang penggiat anti narkoba harus berangkat dari niat baik, agar tindakan, kebiasaan dan akhirnya karakternya juga baik. Seorang penggiat anti narkoba harus bisa menjadi contoh yang baik dan akan senantiasa mengajak orang lain untuk hidup sehat tanpa narkoba.

Baca Juga :  H-1 Seleksi Mandiri Dimulai, UM Tembus 13.867 Pendaftar
Maulina Pia Wulandari, Ph.D: “Penggiat anti narkoba Kota Malang harus berkarakter kuat dan baik”

Dosen yang murah senyum ini menambahkan bahwa untuk menjadi seorang role model, relawan, agen perubahan yang baik maka penggiat anti narkoba harus memiliki karakter diri yang kuat dan baik pula. Karakter yang kuat dan baik ini dapat dibentuk dengan selalu mengenali dan mengevaluasi diri sendiri serta memahami faktor-faktor lain yang membentuk karakter yaitu faktor biologis, faktor psikologis dan faktor lingkungan. “Memupuk karakter diri yang positif juga dapat dimulai dari pikiran, perkataan, dan tindakan. Berusaha untuk berfikir positif, berbicara hal-hal baik dan tidak menyakiti orang lain, serta melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk memulai pembentukan karakter diri yang positif”, jelas Pia.

Sepuluh karakter diri yang wajib dimiliki oleh para penggiat anti narkoba

Pada akhir pemaparannya, Pia menegaskan bahwa ada sepuluh karakter diri yang wajib dimiliki oleh para penggiat anti narkoba. Hal pertama yang harus dipenuhi adalah dia harus menjadi seorang warganegara yang baik, patuh kepada aturan-aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Seorang penggiat anti narkoba haruslah dapat dipercaya, bertanggung jawab, adil, disiplin dan berkomitmen tinggi. Disamping itu, mereka yang menjadi role model ini juga harus memperlakukan orang lain dengan hormat dan penuh kasih sayang. Yang terakhir adalah seorang penggiat narkoba wajib bersikap bersahabat, komunikatif dan peduli dengan lingkungan sekitar. Tidak lupa juga Pia mengingatkan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga pola hidup sehat, serta saling mendukung dan bekerja sama dalam tim agar lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mensosialisasikan dan menanggulangi masalah narkoba.

 

Baca Juga :  Asik! Belajar sambil Bermain dengan Kartu "UPIN" Ciptaan Mahasiswa Unikama
Contact Person: Raissa Thalia Dwina | Personal Secretary | Email: raissadwina@gmail.com | Mobile: 081294485048

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *