Penggunaan Media Sosial Dosen Harus Produktif!

Infokampus.news, Malang – Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., DCOMM salah satu dosen jurusan komunikasi UB dalam Rapat Senat yang digelar siang ini dalam rangkaian Dies Natalies Universitas Brawijaya Malang (UB) ke-54 menyampaikan pendapatnya tentang perkembangan media sosial di Indonesia. Ia mengatakan dewasa ini masyarakat Indonesia banyak menghabiskan banyak waktunya untuk ber-sosial media.

“Ini menurut riset wanita menghabiskan waktu 5,6 jam per hari untuk menggunakan handphone sedangkan 5,4 jam perhari untuk yang laki-laki. Ini sebagian besar digunakan untuk update status,” ujarnya.

Ia mengatakan sekarang banyak masyarakat gampang sekali mengumbar keseharian pada media sosial.

“Chatting dulu ah, update status dulu. Sekarang hal-hal yang sifatnya private bisa masuk ranah publik,” imbuhnya.

Penggunaan Media Sosial Harus Lebih Produktif

Ia mengatakan tiap update yang dibuat pada media sosial harusnya memiliki nilai produktifitas yang tinggi, seperti salah satu artis youtube yang ia sebutkan mampu menghasilkan uang banyak dari sosial media.

“Harusnya kita bisa produktif kaya Bayu Skak itu, dia selfie tapi yang produktif jadi dia tonjolkan keunikannya, bikin identitas sendiri dengan bahasa malangan, karakter anak kos, booming lah ahirnya dia,” paparnya.

Anang memotivasi dosen serta mahasiswa yang hadir dalam acara ini juga untuk berkarya dalam media sosial termasuk youtube. Apalagi jika mampu membuat ciri khas sendiri dan mampu menghasilkan uang layaknya Bayu Skak.

“Kita harusnya juga bisa memanfaatkan seperti itu, dia per bulan pendapatannya 30 juta lho. Andai dosen bisa seperti itu aktifitas belajar mengajar dibuat video diedit yang baik, bisa juga menghasilkan uang,” pungkasnya. (Pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa ITS Kenalkan Teknologi pada Siswa di Daerah

Kekurangan dan keterbatasan teknologi guru juga menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi di sekolah-sekolah yang ada di daerah.

Close