Penting! Mahasiswa UNIKAMA Sosialisasikan Bahaya Gadget Bagi Anak

Infokampus.news – Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) mengadakan penyuluhan kepada 71 orang ibu-ibu PKK didesa Sumbertangkil. Kegiatan yang digelar di balai desa Sumbertangkil Gampingan ini memiliki tema “pengaruh gadget bagi kesehatan dan perkembangan anak”.
Penyuluhan ini merupakan program kerja (Proker) yang direalisasikan kelompok dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unikama sebagai wujud kepedulian terhadap maraknya penggunaan gadget dikalangan anak-anak.

Bekerjasama dengan Ririn, bidan di Desa Sumbertangkil, program ini akhirnya terlaksana dengan baik.
“Penyuluhan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pengaruh gadget bagi kesehatan dan perkembangan anak. Hasil dari kegiatan ini nantinya bisa disampaikan kepada masyarakat luas khususnya keluarga dan anak-anak mereka. Tentunya tentang dampak positif dan negatif gadget bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ungkap Ririn.

Tidak hanya itu, Dewi Masruroh Nur Wahidiyah salah satu anggota kelompok 2 sebagai pembicara memaparkan bahaya dan manfaat gadget bagi tumbuh kembang anak. Selain itu cara menghilangkan anak kecanduan gadget agar ibu-ibu dapat memantau kegiatan anak dengan gadgetnya.
“Gadget bukan makanan anak, gadget juga bukan solusi penenang anak, dan yang paling penting gadget bukan pengganti anda sebagai orang tua,” terangnya.

Baca Juga :  Bersiaplah Calon Mahasiswa Baru! H-7 Pengumuman SBMPTN 2019

Dewi juga memberikan aplikasi-aplikasi yang mendukung tumbuh kembang anak. Ia berharap dari penyuluhan ini ibu-ibu PKK dapat bijak dalam memberikan gadget pada anak.
“Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini dapat menambah wawasan tentang penggunaan gadget untuk anak. yang perlu kita ingat adalah gadget menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Jangan sampai anak kita lebih dekat dengan gadget dari pada kita orangtuanya,” ucapnya.
Sementara itu, di dusun Sumber Gentong desa Klepu Mahasiswa KKN Unikama mengolah biji kopi menjadi suatu produk yang unik. Kopi Celup masih jarang ditemukan, padahal mempunyai prospek cerah di pasaran jika dikembangkan dengan serius.

Petani kopi di dusun Sumber Gentong desa Klepu hanya sekedar berkebun dan menjual hasilnya dalam bentuk biji. Namun mahasiswa Unikama olah biji kopi menjadi produk yang unik “Kopi Celup” sebagai alternatif pemasaran. (nog)

Sumber: Humas UNIKAMA

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *