Penuhi Ketersediaan Pangan, Guru Besar UB Temukan Mikroba sebagai Pemacu Tanaman Sayur

Infokampus.news, Malang – Guna memenuhi ketersediaan pangan seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi penduduk, guru besar Universitas Brawijaya (UB) Moch. Dawam Maghfoer memaksimalkan pemanfaatan mikroba dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman sayur.

Mikroba untuk Memacu Pertumbuhan Tanaman Sayur

Pendatang baru guru besar UB dari Fakultas Pertanian (FP) ini dalam penelitiannya menemukan bahwa bakteri Rhizobacteria mampu memacu pertumbuhan tanaman atau populer disebut sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Bakteri yang bermanfaat tersebut diantaranya Azospirillum, Pseudomonas, Falvobacterum, Arthobacter, dan Bacillus.

Baca Juga :

“Bakteri ini bisa dijadikan sebagai pupuk hayati, peranannya sebagai dekomposer untuk melepaskan unsur hara dan unsur lain yang diperlukan tanaman sayur, sehingga dapat meningkatkan hasil panen,” jelas Dawam.

Keuntungan Lebih Besar Bagi Petani

PGPR ini telah digunakan di seluruh dunia sebagai pupuk hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Sementara itu penggunaan pupuk hayati memiliki peran penting dalam sistem pertanian berkelanjutan. Dawam menyebut bahwa penggunaan pupuk hayati dalam jangka panjang lebih ekonomis, ramah lingkungan, lebih efisien, produktif, dan terjangkau.

“Ini bisa menurunkan pembiayaan usaha tani dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” paparnya.

Dikukuhkan jadi Guru Besar

Bersamaan dengan penelitian tersebut, Moch. Dawam Maghfoer bersama dengan Mudji Santosa akan dikukuhkan besok (7/11) sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hortikultura pada Fakultas Pertanian UB.

Penulis : Galuh Pandu Larasati

Foto : Galuh – Infokampus.news

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa Indonesia Pamerkan Tarian Yogyakarta di Pentas Dunia

Lima mahasiswa UMY yang tergabung dalam UKM Tari Sentaka Mudya melakukan pertunjukan tarian yogyakarta di Pentas Dunia.

Close