Performance Art Dadakan HMJ Seni dan Desain

Infokampus.news, Malang – Ada yang unik di lingkungan kantin sastra pada Rabu (5/3), seorang mahasiswa terlihat berputar-putar di lingkungan kantin sambil memukul-mukulkan kursi plastik. Tak lama kemudian, seorang temannya membawakan djimbe untuknya dan ia pun memainkan djimbe itu dengan pola yang tak berirama.

Sesaat bermain djimbe, ia meninggalkan singgasananya. Mahasiswa berambut panjang itu kemudian kembali dengan kostum yang berbeda dan wajah yang telah dilumuri cat. Kali ini, ia kembali memainkan alat musik pukul itu dengan irama yang lebih progresif.

Ia adalah Nanang, anggota HMJ Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang melakukan performance art. Performance art tersebut adalah bagian dari cara anak-anak HMJ Seni dan Desain untuk mempromosikan acara yang akan mereka gelar.

“Kami sudah biasa melakukan cara promosi semacam ini, biasanya anak-anak rapat dulu tentang konsepnya lalu baru dilaksanakan,” terang Alfin Cahya Ahmadi, Ketua HMJ Seni dan Desain UM.

Pencarian Jati Diri Di Antara Perbedaan

Alfin menerangkan, maksud dari performance art tersebut adalah pencarian jati diri seseorang. Saat ia duduk sambil memainkan djimbe tanpa irama tertentu ia melambangkan kebingungan seseorang saat mencari jati dirinya.

Sementara saat ia kembali dan memainkan djimbe dengan irama yang progresif, Nanang melambangkan seseorang yang telah menemukan jati dirinya. Ia pun menikmati jati diri yang telah ditemukan itu.

“Pertunjukan ini senanda dengan tema ‘calon’ acara kami, ALPA tahun ini. Temanya adalah keberagaman,” terang Alfin.

Dalam konsep performance art tersebut Alfin menerangkan arti gerak-gerik Nanang, bahwa keberagaman kerap menimbulkan kebingungan dalam mencari jati diri. Oleh karena itu, saat jati diri telah ditemukan, tentu orang itu akan bahagia dan puas. (Art)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HMJ Seni dan Desain UM Promosikan Pameran Lewat Performance Art

Terlihat seorang mahasiswa berputar-putar serperti kebingungan di lingkungan kantin Fakultas Sastra sambil memukul-mukulkan kursi plastik.

Close