Performing Research, Skripsi Asyik Menyenangkan Ala Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB

Infokampus.news, Malang – Skripsi kerap menjadi hantu menjadi kebanyakan mahasiswa tingkat akhir. Namun hal itu tidak berlaku bagi beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB). Mereka mampu mengemas penelitian yang identik dengan hal membosankan menjadi sebuah konsep acara yang ditampilkan dengan apik yang dikenal dengan nama performing research. Tahun ini, dua kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi UB telah menyelesaikan masing-masing performing research mereka dengan kemasan acara yang sungguh unik. Penasaran? Yuk kita simak selengkapnya!

Arkamaya: Ekspedisi Butir Tinta. Ketika Mahasiswa Ilmu Komunikasi UB Gundah  Akan Pers Era Kini

Arkamaya: Ekspedisi Butir Tinta. Wujud Kegundahan Akan Pers Era Kini

Tanggal 19 – 22 April 2018 lalu, tim performing research Arkamaya mengedepankan acara bertajuk “Ekspedisi Butir Tinta”. Tim Arkamaya menumpahkan segala kegundahannya terhadap kondisi pers Indonesia -terutama media cetak- masa kini dalam bentuk pameran, pemutaran film dokumenter, hingga berbagai pertunjukan seperti puppet show, teater, hingga pembacaan puisi.

Tim yang digawangi oleh 7 orang terdiri dari Zuyyina Afwa, Azkiyah Mu’allimah, Akmal Jati, Denia Purnamayanti, Singgih Pakusalaow, Bima Shindu, dan Putra Perdana mengaku acara ini dipersembahkan untuk menanamkan kepekaan pada masyarakat terhadap kondisi masyarakat ini.

“Arkamaya artinya harapan. Di sini kami semua memiliki harapan agar masyarakat itu kenal dan tersentil dengan keadaan masyarakat sekarang bahwa dulu ada perjuangan pers.”, ungkap Zuyyina, salah satu anggota tim Arkamaya.

Selain itu, Zuyyina mengaku lewat ekspedisi ini ditujukan untuk menyentil wartawan. “Pingin menyentil wartawan, bukan menyalahkan atau menyudutkan, tapi stensilnya seperti ‘ayo wartawan, kamu itu bisa’ gitu.”, ujarnya.

Kondang Merak, Membawa Peran Ilmu Komunikasi Untuk Pelestarian Lingkungan

Kondang Merak, Membawa Peran Ilmu Komunikasi Untuk Pelestarian Lingkungan

Tanggal 15 Mei 2018 , tim performing research Kondang Merah mempersembahkan buah penelitiannya berjudul “Kondang Merak”. Berangkat dengan isu seputar Pantai Kondang Merak di Kabupaten Malang, tim ini memilih tema kajian seputar peran komunikasi dalam upaya penanganan masalah lingkungan di pantai ini. Acara yang dilaksanakan di Auditorium Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB ini turut menampilkan mini museum, pameran, pemutaran film dokumenter, serta pertunjukan seperti teater, pembacaan puisi dan pertunjukan musik.

Tim ini terdiri dari 4 mahasiswa, yaitu Riski Dwi Amalia, Axel Nahumury, Novaldy Justianda Aspandi, dan Ismi Rodiyah. Menurut mereka, Pantai Kondang Merak memiliki isu menarik seputar lingkungan karena sebelumnya masyarakat setempat tanpa menyadari telah merugikan lingkungan. Namun belakangan ini, masyarakat Kondang Merak tengah berupaya untuk bersahabat dengan alam.

“Masyarakat setempat memiliki kebiasaan yang kami pandang sebagai pengrusakan lingkungan. Dan bahayanya, kebiasaan tersebut telah menancap begitu lama. Kemudian ada upaya-upaya kolektif yang digagas oleh seseorang sehingga menuntun terjadinya perubahan perilaku masyarakat setempat.”, tutur Novaldy, salah satu anggota tim Kondang Merak.

Isu lingkungan, bagi tim ini, merupakan hal yang sedikit dikesampingkan oleh kebanyakan orang. Terutama menyangkut destinasi wisata. Maka daei itu, tim ini berharap masyarakat dapat menyadari bagaimana seharusnya berbuat pada lingkungan, terutama tempat wisata.

“Kami tidak ingin muluk-muluk. Setidaknya kami ingin menginformasikan sekaligus mengingatkan kepada masyarakat tentang bagaimana melestarikan lingkungan, terutama daerah-daerah wisata.’, tutup mahasiswa yang akrab disapa Aldy ini. (sig)

Berita Terkait

  • Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) kembali adakan kuliah umum bertajuk Creative Branding for Industrial and City. Kuliah umum ini diadakan dalam rangka mengenalkan materi Strategic Branding langsung dari praktisi yang berkecimpung dalam hal branding.
  • Infokampus.news, Malang - Lingkungan kampus tak lepas dari lingkungan multikultur yang di dalamnya terdapat banyak individu dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan itu kerap menyulut labeling satu sama lain berdasarkan budayanya. Labeling sendiri merupakan fenomena dimana seseorang akan melabeli orang lainnya berdasarkan sifat yang sudah jamak diketahui tentang latar belakang budayanya. Biasanya labeling menyangkut sifat-sifat negatif seperti orang dari daerah A identik dengan pemalas, daerah B dengan sombong,…
  • Infokampus.news, Malang - Public Relation (PR) belakangan ini menjadi "properti panas" di dunia kerja. PR erat kaitannya dengan menjalin hubungan, manajemen citra dan menghadapi krisis. Namun perlu diketahui bahwasanya tugas utama Public Relation adalah sebagai penjaga reputasi perusahaan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Asmono Wikan, CEO dan Founder PR Indonesia, dalam workshop yang bertajuk "How to Produce Communication Media PR" yang diadakan oleh jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Kamis,(30/11) di Auditorium…

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Pentingnya Bimbingan K3 Konstruksi, Mahasiswa Teknik Wajib Tahu Ini!

Permasalahan K3 konstruksi seringkali menjadi penyebab banyaknya kecelakaan kerja seperti rendahnya pemahaman dan kepekaan terhadap bahaya dan risiko konstruksi. Untuk...

Close