Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Masjid Raden Patah UB Undang Ustadz Wijayanto

INFOKAMPUS.NEWSUstadz  Wijayanto,  Ustad Kondang yang bernama asli Dr. H. Ahmad Wijayanto, S.Sos, MA menjadi pemateri dalam Tabligh Akbar di Ruang Utama Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB) , Jalan M.T. Haryono, Dinoyo, Malang pada Senin siang (30/9).

Ustadz Wijayanto di Masjid Patah Universitas Brawijaya (UB)
Ustadz Wijayanto di Masjid Patah Universitas Brawijaya (UB)

Tabligh Akbar yang diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Muharrom 1441 H dan Hari Kesaktian Pancasila  ini diikuti oleh Civitas Akademika dan Mahasiswa UB yang mendengarkan ceramah dengan hikmat dan sesekali diiringi gelak tawa.

Saat diwawancara oleh Jurnalis Infokampus.News, Ustad Wijayanto mengatakan bahwa “tentang demo mahasiswa, tidak apa-apa, harusnya Islam itu kan agama yang damai dan tertib. Bahwa ada sesuatu yang tidak benar disampaikan, ya ngga apa-apa kalu menurut mereka nyatanya ada perubahan dan saya pikir semuanya mengapresiasi, yang tidak diapresiasikan pelanggarannya . Tapi kalau aspirasinya oke saja”.

Takmir Masjid  Raden Patah UB, PPA UB & Unit Mahasiswa Masjid Raden Patah (UMAR) menyelenggarakan kegiatan ini  yang bertema: “Memaknai Pesan Hijrah dan Semangat Pancasila Dalam Memperkuat Kehidupan Keummatan dan Kebangsaan”.

 

Tabligh Akbar UB

Penamaan Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) yang didirikan tahun 1975 ini didasarkan atas usulan pengurus masjid sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Patah. Raden Patah adalah raja Islam pertama di tanah Jawa yang merupakan putra dari Prabu Brawijaya Kertabumi.

Baca Juga :  UM Pecahkan Rekor MURI Dunia Lewat Desain Baju Bertema Keripik Tempe

Sebagai masjid kampus, MRP UB didukung oleh potensi sumberdaya manusia dengan karakter intelektualitas yang kuat. Dewan pengurus, Dewan penasihat, Dewan Pengawas, dan Dewan Pakar  terdiri dari dosen dan karyawan UB.

MRP UB memiliki visi: “menjadi masjid kampus yang memajukan peradaban dengan berbasis pada pengembangan insani serta intelektualitas Islami”.

Di masa kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS ( Rektor UB periode 2014-2018) penyelesaian masjid direalisasikan tiap tahun anggaran  dan bersumber sepenuhnya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan demikian seluruh proses pembangunan kembali MRP UB tidak menggunakan dana APBN maupun donatur.

MRP UB menggagas sebuah konsep masjid yang menghargai  keragaman dalam khazanah pemikiran Islam, memajukan dakwah  yang dapat menebar semangat  ukhuwah dengan memperhatikan unsur-unsur  kearifan lokal.

“kebaikan harus disampaikan dengan cara yang baik…tidak sama orang yang baik dengan orang yang jelek. jadi jika ada kejelekan, Anda membalas dengan kejelekan berarti sama-sama jelek. Contoh, kalau ada orang kehilangan sendal, anda kehilangan sendal jangan genti nyuri. Sering terjadi, orang ke Masjid, uh sepatunya hilang tiba-tiba terakhir dia lihat masih sisa ini..oh berarti ketukar ini. ngga , berarti kalau kamu nawaitu, sama-sama pencuri. kalau Anda kecurian, jangan Anda mencuri. Maka saksikan dan selesaikan dengan cara yang baik,”  tutur Ustadz Wijayanto saat menjawab pertanyaan dari audience.

 

Baca Juga :  Menteri PPN Wacanakan Bangun Perguruan Tinggi Teknologi Digital di Ibukota Baru

“orang yang beruntung itu orang yang meninggalkan hal yang tidak ada didunia. Main gitar itu boleh ngga? boleh, tapi kalau semalam suntuk Anda gitaran, dosa karena menyia-nyiakan waktu.” tegas Dosen Pasca Sarjana UGM Yogyakarta ini.

“kalau Anda tidak setuju, ada saluran, tidak dengan bakar-bakar, tidak  dengan merusak, bukan dengan cara anarkis seperti itu. Salurkan pada cara-cara yang ilegal. Karena itu nanti belum tentu dia berubah malah Anda  bikin dosa. Jadi boleh demo, demo boleh ngga? malah diapresiasi demonya yang diapresiasi,… yang tidak diapresiasi adalah bakar-bakarnya. Jadi silakan demo itu sah di negeri ini… tapi pastikan demo dengan niat yang baik, dengan cara yang baik” tambah Ustad yang sering menjadi tamu di acara “Hitam Putih”yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier ini.

 

“Hadist Riwayat Bukhori dan Muslim…. orang Islam itu, diperintahkan beramallah sesuatu yang baik  didalam 5 kesempatan  sebelum 5 kesempatan. Satu,  hidupmu sebelum matimu, kedua sehatmu sebelum sakitmu,  sebetulnya Nabi cukup sekali saja, hidupmu sebelum matimu , selesai, ngga usah pakai sehat, ngga usah pakai kaya, ngga usah, pokoknya hidup sebelum mati. tetapi kenapa Nabi sampai menyebutkan 5, itu bahasa tafsir hadist untuk tausiyah untuk penekanan sampai kaya.

“Asal dari perintah itu wajib…maka kalau itu diperintahkan Anda ngga melakukan? dosa. Secara perintah itu tadi, tapi dosa bukan berarti dosa besar yang nanti, tapi dipertanggungjawabkan, maksudnya seperti itu. bukan dosanya berzinah atau mencuri. Dosa itu Anda merasa berdosa tidak sholat sunnah selama hidup Anda, itu Anda harus merasa dosa. Anda merasa dosa jika belum pernah sedekah. Zakatnya ada tapi tidak pernah sedekah sama sekali, cuma zakat aja itu harus merasa berdosa” kata Ustad kelahiran Surakarta ini.

Baca Juga :  Mau Kuliah di Jepang? Yuk Ikut Rotary Yoneyama Scholarship

Ustadz Wijayanto menyampaikan bahwa “saya senang di UB ada Masjid Patah karena disitu tidak sekedar bagaimana orang  mengisi rongga kepala tapi juga rongga dada. pinter itu penting tapi jauh lebih penting adalah bener. Banyak orang pinter yang ngga bener, banyak orang bener yang tidak pinter. Tapi sehebat-hebatnya orang pinter lebih baik orang bener, walaupun tidak pinter.

“Syukur, Brawijaya mewujudkan pinter dan bener. inilah kalau dulu bahasanya Pak Habibi, IMTAQ sama IPTEK, kita juga rongga kepala rongga dada itu dari Imam Ghozali, maka pesan saya mudah-mudahan Brawijaya  Alhamdulillah ditengah-tengahnya ada Masjid semegah ini  tinggal bagaimana kita memakmurkannya, mudah-mudahan ini baik untuk dosen, karyawan bahkan utamanya mahasiswa. Inilah yang mencetak sarjana-sarjana yang berkarakter, generasi yang Robbani, InsyaAllah ”  pungkasnya. (Rfl)

 

#ub #mahasiswa #masjidpatahUB #infokampusnews #infokampus #ustadwijayanto #malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *