Peringati Sumpah Pemuda, Nadien Makarim : Indonesia Harus Unggul di Bidang Teknologi

INFOKAMPUS.NEWS – Peringatan hari sumpah pemuda yang ke-91 jatuh hari ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyampaikan kepada para pemuda berjuang supaya Indonesia tak Cuma jadi importir teknologi.

Dalam pidatonya, Nadiem menegaskan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda sehingga menjadi pelopor untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesatnya perkembangan teknologi informasi seperti dua mata pisau satu sisi dia memberikan kecepatan infromasi sehingga dapat meningkatkan kapasitas kemampuan dalam pengembangan sumber daya dan daya saing. Di sisi lain perkembangan ini memiliki dampak negatif, informasi destruktif mulai dari pornografi narkoba, pergaulan bebas, radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya jika pemuda tidak dapat membendung dengan pengetahuan dan karakter secara positif.

“Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat tangguh dan kokoh dalam percaturan pemuda dunia. Kita mampu memberi warna dunia dengan tekad didukung ilmu pengetahuan dan teknologi.” Tutur Nadiem lebih lanjut.

Baca Juga :  Jalur Mandiri Unair 2022 Untuk Jenjang Vokasi Masih Dibuka, Pakai Nilai UTBK!

Mendikbud menambahkan, kalau pemuda masa lalu dapat keluar dari sifat primordial sikap suku agama dan ras menuju persatuan dan kesatuan bangsa maka tugas pemuda saat ini harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi masa depan dunia yang lebih baik.

“Kawan-kawan pemuda, jangan menunggu dunia berubah. Dunia ada di tanganmu. Asal kita berani melangkah, kita tak akan pernah kalah. Salam pemuda!,” pungkasnya dengan nada bersemangat

Hari Sumpah pemuda ke 91 ini mengambil tema Bersatu Kita Maju. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun pemuda, yang diikrakan tahun 1928 dalam sumpah pemuda. Bahwa dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

“Kita bisa mengejar negara-negara maju bahwa kita juga tidak hanya sebagai importir dari teknologi tapi kita harus punya. Kita bertekad akan menjadi produsen teknologi tangguh ke depan” ungkap Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemdikbud Nadjamuddin Ramly saat menjadi inspektur upacara.

Pada akhir pidato beliau menambahkan jika bung Karno berkata, berikan aku seribu orang tua, aku akan angkat Gunung Semeru dengan akar-akarnya. Tetapi kalau engkau berikan aku 10 pemuda, aku akan guncangkan dunia ini. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.