Jadi Kampus Teknik Favorit di Indonesia, Ternyata Ini Peringkat ITB Versi Ristekdikti

Infokampus.news Ini nih kampus teknik terbesar di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB merupakan salah satu dari universitas tertua di Indonesia. Presiden Pertama RI Bung Karno dan sang pemilik IPK sempurna 4.00, Presiden ke-3 RI B. J. Habibie, adalah insinyur keluaran IPB. Kampus yang terkenal akan teknik pertambangan dan perminyakannya ini tak pernah absen dari jajaran peringkat atas lho. Berapa sih peringkat ITB sekarang?

Peringkat ITB Versi Kelembagaan Ristekdikti

Kali ini, peringkat ITB menduduki posisi runner up perguruan tinggi negeri terbaik versi kelembagaan Ristekdikti dengan raihan skor 3,53. Hal ini menunjukkan bahwa kali ini ITB harus rela bertukar tempat dengan kampus yang sekarang menduduki peringkat pertama. So, pembaca sekalian yang telah atau akan menjadi bagian dari civitas akademika ITB, tingkatkan terus prestasi dan kualitas ITB ya…

Pada tahun 2000, ITB menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Milik Negara (PTN BHMN) yang memiliki otonomi pengelolaan dalam akademik dan non-akademik. Lahirnya UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi menjadi pijakan dasar bagi Perguruan Tinggi Negeri Eks-BHMN untuk beralih status menjadi PTN Badan Hukum. Setahun setelah UU disahkan, permasalahan status PTN Eks-BHMN menjadi selesai dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah. Tertanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

ITB terdiri dari berbagai multidisiplin ilmu. Selain teknik dan sains, ITB juga mencakup manajemen bisnis dan seni rupa. Kolaborasi beberapa bidang ini menjadi perpaduan yang sangat komplet, terutama ketika kita hendak menghasilkan sesuatu produk sains atau teknik, pengemasannya dapat didukung oleh bidang seni rupa dan pemasarannya didukung oleh di bidang manajemen bisnis.

ITB membawahi 7 fakultas dan 5 sekolah yang meliputi Fakultas Ilmu Teknologi dan Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, dan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, serta Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Sekolah Farmasi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, dan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Peringkat ITB juga dipengaruhi oleh akreditasi prodi-prodi pada fakultas ini yang rata-rata mendapat predikat “A”.

Biaya sama sekali bukan kendala bagi mahasiswa ITB. ITB tidak akan membiarkan mahasiswanya dropped out karena masalah biaya. Ini bukan berarti gratis, namun tersedia banyak beasiswa ekonomi dan beasiswa prestasi dari pihak kampus maupun lembaga-lembaga lain. Konon, beasiswa yang ditawarkan melebihi jumlah mahasiswanya, lho!

Berbeda dengan perguruan tinggi lain, ITB menerapkan sistem Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama dua semester dengan tidak langsung masuk ke jurusan melainkan berkuliah di fakultas/sekolah terlebih dahulu. Dua semester ini, mahasiswa akan belajar Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, bahkan masih ada mata kuliah Olahraga.

Meskipun luas Kampus Ganesha ITB yang hanya sekitar 28 Ha dan tak seluas kampus lain, ITB memiliki lebih dari 100 laboratorium jurusan dan penelitian yang sangat menunjang proses belajar-mengajar.

Masih ingat film “Petualangan Sherina” yang dirilis sekitar 18 tahun lalu? Nah, dalam film tersebut terdapat suatu adegan ketika Sherina dan Sadam dikejar penculik kemudian bersembunyi di sebuah gedung putih di Lembang. Di sana, Sherina bisa melihat bintang. Dan tahukah kamu? Ternyata gedung putih nan megah itu adalah Observatorium Bosscha yang merupakan lembaga riset yang berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Hingga saat ini, Observatorium Bosscha merupakan satu-satunya observatorium besar di Indonesia. Bersama-sama dengan Program Studi Astronomi, FMIPA ITB, Observatorium Bosscha menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu Astronomi di Indonesia.

Observatorium Bosscha, Lembang

Selain kemegahan gedung-gedungnya, ITB juga menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik. Dilansir dari laman resmi ITB, perpaduan konsep Timur dan Barat lainnya yang diterapkan pada kampus ini adalah adanya garis maya yang menghubungkan bagian Selatan dan Utara kampus. Keberadaan gunung-gunung di sekitar Kota Bandung merupakan salah satu orientasi visual oleh para perancang bangunan ITB. Sumbu maya yang membelah tengah kampus menjadikan Gunung Tangkuban Parahu di sisi Utara sebagai panorama utamanya. Hal ini sekaligus menjadi acuan pengembangan struktur spasial yang terus dipertahankan dalam setiap tahapan pengembangan kampus hingga saat ini.

Selain mencetak dua presiden beda generasi, ITB telah menghasilkan nama sekaliber pengusaha sekaligus eks menteri Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, serta seniman Joko Anwar dan Purwacaraka, dan masih banyak pesohor lainnya.

Kuantitas bukan sekadar angka, kualitas jelas oke punya. Jadi, semakin mantap kuliah di ITB setelah mengenal peringkat ITB ini? Kunjungi laman resminya di itb.ac.id . Salam Ganesha! (him)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin Memulai Bisnis yang Menguntungkan? Pebisnis Jebolan STIKI Malang Ini Beri Saran Jitu ‘Jangan Utang’!

Memulai bisnis yang menguntungkan tentu tidak mudah ya sobat FoKus. Namun untuk memuai sesuatu yang baik harus dimulai juga

Close