Peringkat UGM Terbaru, Membanggakan!

Infokampus.news – Pasti Sobat FoKus sudah bisa menebak berapa peringkat UGM kali ini. Benar, Universitas Gadjah Mada berhasil menduduki urutan teratas perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia versi Kemenristekdikti.

Ditilik dari sejarahnya, Universitas Gadjah Mada didirikan oleh para pejuang dan tokoh pendiri bangsa dalam rangka mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia dari tangan kolonialisme. Tujuan pendirian UGM tidak semata-semata untuk pendidikan saja, melainkan sebagai simbol kebangkitan pendidikan nasional.

Di awal berdirinya UGM, kegiatan belajar mengajar dilakukan di pagelaran Keraton Yogyakarta, hingga akhirnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX menghibahkan tanah di kawasan Bulaksumur sebagai kampus utama. Kawasan ini pun berkembang sebagai kompleks kampus UGM yang terkenal di seluruh nusantara seperti saat ini. Hal yang mengundang ratusan ribu pemuda-pemudi berkualitas untuk menimba ilmu di Yogyakarta dan turut serta membangun citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar.

Peringkat UGM Kali Ini Bukti Kemampuannya Raih Posisi Puncak

Pada pemeringkatan terakhir 2017 lalu, UGM akhirnya berhasil menduduki posisi puncak peringkat perguruan tinggi negeri terbaik versi kelembagaan Ristekdikti dengan skor 3,66. Peringkat UGM ini terbukti meningkat dari tahun sebelumnya, yakni peringkat 2, setingkat di bawah ITB. Pencapaian ini tak lepas dari kerja sama seluruh civitas akademik UGM, berupa peningkatan mutu dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Baca Juga :  Pemuda Papua Sukses Selesaikan Masa Studi di Negeri Pontianak

Bukan sekadar PTN-BH, UGM dinobatkan sebagai PTN-BH (Badan Hukum) dengan rapor terbaik dalam Pelaksanaan Program, Kegiatan dan Anggaran Semester 1 tahun Anggaran 2016. Predikat tersebut diperoleh setelah Kemenristekdikti menilai beberapa aspek meliputi capaian kinerja anggaran dan fisik, progres pelaporan perjanjian kinerja serta progres status pengadaan barang dan jasa.

Universitas negeri tertua di Indonesia ini didirikan pada 19 Desember 1949. Universitas Gadjah Mada kini mengarahkan penataan dan pengembangan infrastruktur fisik di lingkungan kampus berdasarkan prinsip “educopolis”. Kampus “educopolis” adalah kampus dengan kondisi lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran dalam konteks pengembangan sinergi interdisiplin dan tanggap terhadap isu ekologis.

Berlokasi di Yogyakarta merupakan salah satu keuntungan UGM, sebab masyarakatnya dikenal ramah dan terbuka. Warga sekitar juga termasuk dalam faktor kesuksesan UGM, sebab mereka menyediakan berbagai kebutuhan mahasiswa seperti tempat tinggal, makanan, dan lain-lain dengan harga yang murah; bahkan beberapa rumah makan memperbolehkan mahasiswa yang tidak mampu untuk berhutang ketika tidak punya uang. Jika biaya hidup tidak memberatkan, mengapa harus keberatan untuk berkuliah dan berprestasi di UGM dengan semangat, bukan?

Baca Juga :  Rektor UB dan Rektor-Rektor Perguruan Tinggi Indonesia Deklarasikan Aliansi Dosen Nahada (ADN) di Unisma

Perguruan tinggi negeri dengan nama yang gagah ini memang impian para siswa-siswi SMA yang tengah berada di akhir masa-masa sekolah. Dengan reputasinya yang stabil dari tahun ke tahun, UGM mampu menarik calon mahasiswa-mahasiswi terbaik dari berbagai latar belakang berbeda. Kampus ini disebut juga “kampus kerakyatan”, karena selain warga UGM yang dibudayakan untuk merakyat, UGM juga terbuka terhadap warga umum untuk turut serta memanfaatkan fasilitas yang ada di UGM secara cuma-cuma seperti halaman terbuka Graha Sabha Pramana UGM yang sering digunakan area jogging oleh rakyat, atau lembah UGM yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat olahraga, memancing, sekaligus makan/bersantai, serta perpustakaan yang boleh dimasuki oleh siapapun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Peringkat UGM ini tunjukkan kualitas UGM yang nyatanya telah melahirkan banyak tokoh ternama yang berpengaruh di negeri ini seperti Presiden RI Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, dan mantan Wakil Presiden RI Boediono. UGM juga dikenal sebagai gudangnya para sastrawan kondang, sebut saja Putu Wijaya, Sapardi Djoko Damono, dan W.S. Rendra.

Baca Juga :  Indonesia Miliki 3 Perguruan Tinggi Kelas Dunia, Menristekdikti Targetkan IPB dan Unair Menyusul di Tahun 2024

Semakin yakin untuk masuk UGM? Ikuti terus Infokampus.news ya! (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *